Sinergi Kementan & Pemkab Sidrap, Bukti Komitmen Swasembada Pangan
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Minggu, 01 Februari 2026
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani bersama Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif panen padi memanfaatkan combine harvester di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap.

Sidrap, Sulsel (B2B) - Dalam upaya mendukung program Kementerian Pertanian RI (Kementan) memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional, Kepala BBPP Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Kabupaten Sidrap bersama petani dan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif kembali ke sawah bersama petani di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae pada Rabu (28/1).

Kepala BBPP Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani mengatakan panen dilakukan di areal Brigade Pangan Saromase 060 dan merupakan hasil musim tanam Oktober - Desember 2025. 

Bupati Syaharuddin Alrif tidak hadir secara simbolis, tetapi langsung mengoperasikan mesin combine harvester sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penerapan mekanisasi pertanian.

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keterlibatan langsung kepala daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan pertanian.

“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun dari balik meja. Apa yang dilakukan kepala daerah menunjukkan sinergi pusat dan daerah berjalan baik. Kementan terus mendorong daerah-daerah produktif seperti Sidrap menjadi tulang punggung swasembada pangan nasional,” katanya.

Senada hal itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti, menilai keberhasilan Sidrap tidak terlepas dari penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian.

“Produktivitas yang tinggi lahir dari SDM yang kompeten. Peran penyuluh, pelatihan dan pendampingan menjadi kunci. BPPSDMP Kementan terus mendukung peningkatan kapasitas petani dan penyuluh agar teknologi pertanian modern dapat diterapkan secara optimal,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, mengapresiasi komitmen besar Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mendukung program swasembada pangan nasional.

"Kementan optimistis produktivitas pertanian di Sidrap akan terus menunjukkan tren positif. Capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras petani, pendampingan intensif penyuluh dan pemanfaatan teknologi pertanian mulai dari benih, penanaman, pemupukan, hingga panen," katanya.

Bupati Syaharuddin Alrif mengatakan berdasarkan hasil ubinan yang dirilis Dinas Pertanian Pemkab Sidrap, produktivitas panen tetap konsisten. Bukti bahwa teknologi dan pendampingan yang tepat benar-benar berdampak.

"Panen menjadi simbol komitmen Pemkab Sidrap memperkuat sektor pertanian, khususnya produksi padi sebagai komoditas strategis daerah, sekaligus mendukung kebijakan nasional menjaga ketahanan pangan," katanya.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, melalui Program Brigade Pangan, kami terus mendorong peningkatan produktivitas dengan dukungan sarana prasarana, pendampingan teknis dan pemanfaatan teknologi pertanian modern. 

"Tujuannya jelas, meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan,” katanya.

Jamaluddin Al Afgani menegaskan, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementan, petani dan penyuluh, Sidrap diharapkan terus menjadi daerah penyangga swasembada pangan nasional.

Kegiatan panen tersebut dihadiri Kadis Pemdes PPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Sekretaris Dinas Kominfo Mursalim Halim, Camat Maritengngae Firman, para penyuluh pertanian, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Sidrap, tokoh masyarakat, serta warga setempat. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 


Sidrap of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the ementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED