Gowa, Sulsel (B2B) - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menerima kunjungan sejumlah personel TNI dari Rindam pada Kodam XIV Hasanuddin, dalam rangkaian kegiatan Latihan Kadertih Nikgarlat Brigif TP, Yonif TP dan Yon BS Kodam XIV/Hsn pada Selasa (20/1).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kunjungan personel TNI dari Kodam XIV Hasanuddin, merupakan bagian dari pembelajaran lapangan bagi para peserta latihan, mengenal lebih dekat sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Inisiasi tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung prioritas nasional di bidang ketahanan pangan, sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
"Percepatan swasembada pangan membutuhkan penguatan sinergi antara Kementan, TNI AD, Kementerian PUPR dan serta lembaga terkait lainnya. TNI AD tidak hanya memberi pendampingan, juga terlibat langsung dalam pengawalan program peningkatan produksi padi di lapangan,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa pertanian Indonesia bertransformasi dari sistem konvensional menuju modern berbasis teknologi dan mekanisasi.
“Kita juga harus mengubah mindset pertanian kita yang tadinya konvensional menjadi pertanian modern. Ini suatu keharusan, ini adalah suatu keniscayaan,” sebutnya.
Dukungan BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan dalam kegiatan tersebut, rombongan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti pembelajaran bidang pertanian, sementara kelompok kedua mempelajari subsektor peternakan.
"Pada sesi pertanian, peserta mendapatkan pembekalan praktik penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), salah satunya rice transplanter, sebagai bagian dari pengenalan teknologi pertanian modern yang mendorong efisiensi dan produktivitas usaha tani," katanya.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian Latihan Kader Teritorial Nikgarlat Brigif TP, di mana sehari sebelumnya BBPP Batangkaluku juga turut berpartisipasi memberikan materi di Rindam XIV Hasanuddin pada Senin (19/1).
Dalam kesempatan tersebut, Jamaluddin Al Afgani menyampaikan materi tentang transformasi pertanian modern Indonesia sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian berbasis teknologi dan inovasi.
Di hadapan peserta, Kepala BBPP Batangkaluku mengingatkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan diharapkan agar capaian tersebut dapat berkelanjutan.
"Strategi kebijakan swasembada pangan, yang pertama adalah intensifikasi melalui inovasi teknologi, Brigade Pangan dan infrastruktur," katanya.
Strategi kedua, ungkap Jamaluddin Al Afgani adalah ekstensifikasi melalui pascapanen dan pemasaran. Ketiga, diversifikasi melalui permodalan, penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas SDM.
Pada praktek penggunaan rice transplanter, pelatih pendamping, Sailella mengatakan bahwa dengan melakukan praktek langsung, dia meyakini peserta langsung memahami, selain itu proses pengerjaan jauh lebih cepat ketimbang dengan cara manual.
"Peserta merupakan perwakilan dari masing-masing satuan, sehingga mereka dituntut untuk menguasai yang selanjutnya mengajarkan rekan-rekan lain di satuan," harapnya. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.