Gowa, Sulsel (B2B) - Dalam upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang pengembangan benih, Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menerima kunjungan Peneliti Benih Padi asal Tiongkok yang difasilitasi oleh PT Smart Nusantara Consulting di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Senin (12/1).
Kunjungan tersebut menjadi momentum potensi kerja sama pengembangan ´benih padi biosalin´ di Indonesia yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, benih padi biosalin dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya pada wilayah pesisir dan lahan terdampak salinitas.
Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penggunaan benih unggul dan teknologi pertanian modern sebagai langkah utama dalam mencapai swasembada pangan.
“Kita pendekatannya sesuai permintaan alam. Pakai bibit bagus yang menyesuaikan dengan lahan. Misal padi biosalin yang tahan pada kondisi air asin, tahan kondisi rawa,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya peran teknologi dan pengembangan SDM unggul dalam menjawab tantangan sektor pertanian ke depan.
“Pertanian ke depan harus menjadi sektor yang tangguh, modern, dan berdaya saing. Kunci keberhasilannya ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan SDM unggul,” ujarnya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif kerjasama sebagai bagian dari komitmen mendukung modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Dia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan teknologi budidaya pertanian, khususnya yang mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.
"Kerja sama ini sangat relevan dengan fokus pembangunan pertanian saat ini, yaitu mewujudkan swasembada pangan yang tidak hanya tercapai, tetapi juga berkelanjutan," kata Jamaluddin Al Afgani
Langkah Strategis
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang baru saja mengumumkan Indonesia telah swasembada pangan agar capaian tersebut harus terus dijaga dan berkelanjutan.
Jamaluddin menambahkan bahwa dalam rangka mendukung target tersebut, pemerintah saat ini menjalankan tiga langkah strategis, yakni optimasi lahan rawa dan lahan kering, ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, serta diversifikasi.
"Salah satu fokus utama berada pada optimalisasi lahan marginal, khususnya lahan dengan tingkat salinitas tinggi di wilayah pesisir. Lahan-lahan tersebut saat ini telah menjadi bagian dari program pengembangan pertanian nasional," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Jamal, apabila terdapat benih yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi lahan salin, maka hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia, mengingat ketersediaan lahan yang cukup luas.
Dalam kesempatan tersebut, peniliti benih padi asal tiongkok, Wang Jiankuan memaparkan teknologi budidaya padi yang ia terapkan di negaranya seperti varietas benih dengan produktivitas yang tinggi dan alat mesin pertanian tanpa awak.
Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat pengembangan benih padi biosalin di Indonesia, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.