Sigarar Utang, Mahasiswa Polbangtan PKL di Kebun Kopi Humbahas
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Medan

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Senin, 21 Maret 2022
POLBANGTAN MEDAN: Ke-10 mahasiswa Polbangtan di Humbahas [foto utama] bersama Manat Samosir [ke-6 kiri] dan importir kopi Jepang [celana loreng] di kebun kopi milik Gapoktan Mutiara Kasih di Desa Sirisirisi, Dolok Sanggul.

Humbahas, Sumut [B2B] - Kopi Sigarar Utang dari Provinsi Sumatera Utara adalah varietas kopi kualitas ekspor. Tumbuh subur hanya di ketinggian 700 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut. Kebunnya terserak di Kecamatan Dolok Sanggul dan Lintongnihuta di  Kabupaten Humbang Hasundutan [Humbahas].

Sigarar Utang londang ke mancanegara sebagai kopi ´specialty premium´ sehingga layak mendapat Surat Keputusan [SK] Mentan No 205/Kpts/SR.120/4/2005 tentang Pelepasan Varietas Kopi Sigarar Utang sebagai Varietas Unggul.

Sejumlah mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] melaksanakan Praktik Kerja Lapangan [PKL] di perkebunan kopi arabika Sigarar Utang milik petani kopi Gapoktan Mutiara Kasih di Desa Sirisirisi, Dolok Sanggul, Sabtu [19/3]. Sementara kegiatan distribusi dan ekspor didukung oleh Manat Samosir, pengelola kedai kopi Sitalbak Coffee. 

Sigarar Utang adalah nama yang unik. Dikutip dari cafebrick.co.id, ternyata Sigarar Utang dari bahasa Batak Toba yang berarti ´si pembayar utang´. Dinamai begitu, karena kerap digunakan petani setempat untuk membayar utang. 

Dalam PKL tersebut, Manat Samosir mengenalkan ke-10 mahasiswa Polbangtan Medan pada mitra importir kopi dari Jepang. Tujuannya survai kebun dan memeriksa penanganan kopi, karena regulasi importasi Jepang sangat ketat terkait penggunaan pupuk dan pestisida.

Kualitas dan cara penanganan komoditas pertanian tujuan ekspor menjadi perhatian Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengacu pada kualitas standar tinggi yang berlaku di negara tujuan ekspor.

"Ke depan, konsumsi makanan sehat akan menjadi tren dan kebutuhan global. Kenyang saja tidak cukup, tapi makanan yang terserap harus sehat. Tingkatkan kualitas. Caranya? Kurangi penggunaan pestisida melalui pola pertanian organik," kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mendorong petani milenial mengelola kopi dari produk olahan sehingga akan menaikkan nilai jual.

“Para petani milenial, mahasiswa dan calon mahasiswa, kalian adalah generasi penerus pertanian ke depan. Saya titip pada kalian untuk terus menggenjot kopi kita ke seluruh manca negara," kata Dedi Nursyamsi pada virtual meeting Millennial Agriculture Forum [MAF] yang digelar Polbangtan Medan, Sabtu [18/3].

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengamini instruksi dan arahan Mentan dan Kabadan, agar petani milenial mendukung hadirnya produk pangan sehat  memenuhi standar ekspor seperti kopi Sigarar Utang.

Manat Samosir mengakui ketatnya aturan impor pangan ke Jepang, seperti kandungan pestisida pada kopi, kalau ditemukan berlebihan maka perusahaan milik importir di Jepang bakal ditutup oleh otoritas terkait.

"Kopi Sigarar Utang disukai pasar Jepang maka kita harus penuhi standar murni dan minim pestisida. Kalau perusahaan dari mitra importir ditutup, petani di sini juga yang susah," katanya.

Manat meminta mahasiswa Polbangtan Medan setelah lulus kelak mengawal petani melalui kegiatan penyuluhan agar selalu optimis dan fokus pada tujuan, karena kopi akan terus dibutuhkan dunia.

"Banyak petani di sini tidak fokus pada tujuan bertani. Hari ini tanam kopi, tapi begitu harga cabai melambung lalu beralih menanam cabai padahal lahannya cuma itu saja. Mestinya fokus tanam kopi, karena nilainya tinggi, dibayar dengan yen atau dolar," kata Manat Samosir. [timhumaspolbangtanmedan]


Humbahas of North Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan, so the Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.

TERKAIT - RELATED