Kota Bogor, Jabar (B2B) - Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai kunjungan edukatif TK RA Assa’ Adah, Bogor Timur ke Perpustakaan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) yang dikelola oleh BB Pustaka Kementan di Jl Ahmad Yani No 70 Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Jumat (23/1).
Sejak tiba di P3D, puluhan anak-anak TK TK RA Assa’ Adah didampingi Dede, guru pendamping, tampak antusias turun dari Bis Uncal. Berlari bergegas menuju ruang layanan P3D. Mereka disambut ramah oleh Pustakawati BB Pustaka, Juznia Andriani.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) mengusung kegiatan edukasi layanan ramah anak untuk pengenalan pertanian sejak usia dini melalui kegiatan ceria.
Pengenalan pertanian sejak usia dini sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan tentang pentingnya penguasaan pengetahuan pertanian melalui literasi.
“Kita harus optimistis mewujudkan hilirisasi yang mengintegrasikan teknologi di dalamnya,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti yang menekankan peran penting BB Pustaka Kementan menjadi Agricultural Knowledge Center.
"BB Pustaka harus bertransformasi dari pusat dokumentasi menjadi penyedia informasi cepat, akurat, dan mudah diakses oleh petani, penyuluh, dan masyarakat," katanya.
Upaya tersebut diamini oleh Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP mengatakan atas berbagai inovasi dan layanan, dengan target audiens menyasar semua usia. Tujuannya, memperkuat pengenalan literasi pertanian sejak usia dini hingga lanjut usia.
BB Pustaka Kementan
Puluhan anak-anak TK RA Assa’ Adah dikenalkan literasi pertanian melalui kegiatan edukatif berbasis audio visual di Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) yang dikelola oleh BB Pustaka Kementan.
Didampingi Pustakawati BB Pustaka, Juznia Andriani dan guru pendamping Dede, kegiatan edukasi layanan ramah anak untuk pengenalan pertanian sejak dini mereka jalani dengan ceria.
Melalui kegiatan bermain edukatif, mendengarkan cerita, serta bernyanyi bersama, anak-anak diajak mengenal perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Mereka diajak menonton tayangan audio visual bertema sayuran dan buah-buahan, dilanjutkan dengan permainan tebak nama sayur dan buah di Area Pojok Baca Digital.
Meski udara pagi terasa lebih dingin, semangat para siswa tidak surut saat menjawab pertanyaan yang diajukan pustakawan. Sejalan komitmen Kementan melalui BB Pustaka memberikan layanan literasi pertanian pada semua kalangan, untuk menumbuhkan kecintaan pada dunia pertanian.
Pustakawati BB Pustaka, Juznia Andriani, mengatakan bahwa pengenalan literasi pertanian dilakukan melalui berbagai metode menyenangkan.
“Literasi pertanian kami kenalkan melalui bacaan, permainan, storytelling, audio visual hingga bernyanyi dengan tema pertanian. BB Pustaka menyediakan fasilitas tersebut sebagai upaya memperkenalkan dunia pertanian sejak dini kepada anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Dede, salah satu guru pendamping dari TK RA Assa’ Adah menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kegiatan disini menyenangkan, pelayanan bagus dan pustakawan ramah, anak-anak jadi senang," katanya seraya berharap BB Pustaka terus berkembang dengan menambah koleksi buku anak bertema pertanian agar anak-anak semakin tertarik untuk kembali berkunjung ke perpustakaan.
Jurnal Ilmiah
Melalui tayangan video, anak-anak belajar mengenal berbagai macam sayuran dan manfaatnya. Dengan bahasa sederhana dan visual menarik, tayangan tersebut membantu anak-anak mengenal jenis-jenis sayuran sekaligus manfaatnya bagi kesehatan.
Tidak hanya itu, anak-anak juga terlihat sangat bersemangat saat membaca buku-buku bergambar yang menampilkan pengetahuan tentang sayuran. Pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran anak usia dini dinilai efektif.
Hal ini sejalan dengan jurnal ilmiah yang ditulis Ratnawati dan Sulastri (2021), yang menyebutkan bahwa media audio visual mampu menumbuhkan minat belajar, meningkatkan pemahaman kosakata, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.
Para orang tua pendamping juga mengaku terkesan dengan suasana perpustakaan yang ramah anak serta layanan pustaka yang interaktif dan pustakawan yang interaktif. Kunjungan ini dinilai mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan literasi sejak usia dini.
Kegiatan kunjungan TK RA Assa’ Adah menjadi bukti bahwa BB Pustaka tidak hanya berperan sebagai pusat koleksi buku, tetapi juga sebagai ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan bagi semua kalangan, termasuk anak usia dini.
Anak-anak pun pulang dengan wajah ceria dan pengalaman baru yang berkesan tentang dunia perpustakaan dan pertanian. [juznia/ferdiansyah/timmedia BB Pustaka]
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Library Center or the BB Pustaka seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.