Kota Bogor, Jabar (B2B) - Sebanyak 30 siswa/i SMK Bhakti Insani Bogor bersama guru pendamping pada Kamis (22/1) antusias mengakses literasi pertanian melalui koleksi di ruang perpustakaan pada Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Keceriaan dipadu antusias dan rasa ingin tahu para siswa SMKS Bhakti Insani di ruang, tak ubahnya ´kelas hidup´ bagi para siswa untuk menjelajahi dunia baru tentang pertanian, yang didukung pelayanan prima dan pengelolaan koleksi perpustakaan secara profesional oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian RI (Kementan).
Kepala BB Pustaka Kementan, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan bahwa pihaknya membuka peluang bagi publik khususnya pelajar dan mahasiswa untuk mengakses literasi pada BB Pustaka, yang senantiasa berupaya melahirkan inovasi sebagai penanda baru arah UPT Kementan tersebut.
Kunjungan siswa/i SMK Bhakti Insani sejalan arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengingatakan tentang pentingnya penguasaan pengetahuan melalui literasi, untuk membangun ekosistem industri pertanian dari hulu hingga hilir, yang diyakini dapat mengurangi impor dan menjaga stabilitas harga.
“Kita harus optimistis mewujudkan hilirisasi yang mengintegrasikan teknologi di dalamnya,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti yang menekankan peran penting BB Pustaka Kementan, yang diharapkan menjadi Agricultural Knowledge Center.
"BB Pustaka harus bertransformasi dari pusat dokumentasi menjadi penyedia informasi cepat, akurat, dan mudah diakses oleh petani, penyuluh, dan masyarakat," katanya.
Kabadan menambahkan, BB Pustaka terus memperbarui koleksi dan publikasi, serta didorong menghasilkan lebih banyak e-book yang dapat dimanfaatkan di lapangan.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan, BB Pustaka kini mengelola perpustakaan, literasi, repository ilmiah, dan layanan informasi pertanian nasional.
"BB Pustaka berkomitmen menjadi pusat pengetahuan pertanian yang modern, adaptif, dan mudah diakses, didukung akreditasi A selama dua periode," ungkapnya.
BB Pustaka Kementan
Kunjungan 30 siswa/i SMK Bhakti Insani diawali Library Tour yang mengajak siswa mengenal sejumlah layanan perpustakaan. Mulai dari Ruang Layanan Baca di Tempat, Kids Corner, Ruang Digitalisasi, Ruang Antiquariat hingga Ruang Preservasi.
Perhatian dan antusiasme siswa tampak meningkat saat memasuki Ruang Preservasi. Di ruang ini, pustakawan memperkenalkan proses perawatan dan pelestarian koleksi buku/bahan pustaka langka yang terbit lebih dari 50 tahun (antiquariat) agar tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Para siswa menyaksikan langsung tahapan penyelamatan koleksi, mulai dari pencucian, laminasi menggunakan tissue Jepang, hingga penjilidan ulang. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil BB Pustaka di Ruang 2C oleh Ketua Tim Kerja Pelayanan Perpustakaan, Sutarsyah.
Sutarsyah dalam paparannya, menjelaskan bahwa BB Pustaka berdiri sejak Mei 1942 dengan nama awal Bibliotheek’s Land Plantentuin te Buitenzorg, sebelum berkembang menjadi BB Pustaka di bawah naungan BPPSDMP Kementan.
"BB Pustaka saat ini mengelola puluhan ribu koleksi tercetak, koleksi elektronik serta jurnal ilmiah berlangganan," katanya.
Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik utama adalah koleksi antiquariat. Selain pengenalan koleksi, Sutarsyah juga mengenalkan website BB Pustaka sebagai pusat informasi layanan,
“Website BB Pustaka menghadirkan info literasi dan berita terkini serta berbagai inovasi unggulan BB Pustaka," katanya.
Inovasi unggulan dimaksud antara lain Bincang Cerdas Literasi (BCL), Live of Agriculture Virtual Literacy (LOVE), Pustaka Bergerak (Puber), Repositori dan Layanan Ilmiah (Relasi) dan layanan Single Account, Penerbitan dan Penyebarluasan Terbitan dan Akses disingkat Sapu Teras.
Perluas Akses Literasi
Sutarsyah menambahkan, BB Pustaka terus berupaya meningkatkan layanan untuk memperluas akses literasi pertanian. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan perpustkaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.
Kepala Program Manajemen Perkantoran dan Pelayanan Bisnis SMKS Bhakti Insani, Sarah Setyawati mengapresiasi kualitas pelayanan yang diterapkan BB Pustaka. Penerapan service excellent yang konsisten menjadi pembelajaran berharga bagi siswa.
“Pelayanan prima di BB Pustaka sangat baik dan relevan untuk dipelajari oleh siswa kami. Mereka tidak hanya memahami sistem pengelolaan perpustakaan, juga belajar etika pelayanan, profesionalisme kerja dan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan di lingkungan kerja,” katanya.
Salah satu siswa, Vina, mengungkapkan kesan positif atas kunjungan tersebut, yang memberikan pengalaman menarik dan edukatif. “Kegiatannya seru, pelayanannya ramah, dan kami mendapat banyak pengetahuan baru, terutama tentang perawatan buku.”
“Ruang yang paling berkesan bagi saya adalah ruang preservasi, karena di sana kami bisa melihat langsung proses perbaikan dan pelestarian buku,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, BB Pustaka menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat informasi dan literasi pertanian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran layanan publik dan profesionalisme bagi generasi muda. [ferdiansyah/shinta/timhumas bbpustakabogor]
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.