Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong penguatan SDM pertanian yang unggul dan berdaya saing melalui pendidikan vokasi. Hal itu dibuktikan atas diraihnya ´Predikat Amat Baik´ dengan skor 96,81 bagi SMKPPN Banjarbaru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Selasa (20/1).
Capaian bagi SMKPPN Banjarbaru diterima setelah menerima kunjungan ´tim penilai kinerja kepala sekolah´ dari Disdikbud Kalsel sebagai bagian dari Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan, selain pelatihan vokasi yang dilaksanakan secara nasional, pendidikan di SMK Pertanian Pembangunan (SMK-PP) menjadi fondasi penting menyiapkan petani milenial.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan, dan PEPI memiliki peran strategis dalam memajukan sektor pertanian.
"Modernisasi pertanian harus didukung oleh SDM yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," katanya.
Senada tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa generasi milenial dan generasi Z akan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian ke depan.
“Kalian adalah penerus dan penggerak pertanian Indonesia, melanjutkan peran generasi sebelumnya yang telah lebih dulu membangun sektor ini,” katanya.
PKKS Kalsel
SMK-PP Negeri Banjarbaru menerima kunjungan tim penilai kinerja kepala sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (20/1). Penilaian tersebut merupakan bagian dari Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS).
Tim penilai yang terdiri dari pengawas sekolah, Syailani dan Sri Mulyaningsih melakukan PKKS terhadap Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni.
Penilaian mencakup empat indikator utama yakni aspek manajerial, kewirausahaan, supervisi pendidikan dan paparan kinerja kepala sekolah. Tim juga meninjau langsung lahan praktik dan laboratorium pendidikan.
Salah satu penilai, Syailani, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan sekolah telah berjalan dengan sangat baik.
“Kegiatan sekolah sudah lengkap dan tertata. Dalam penilaian ini, kami juga memberikan sejumlah masukan untuk penguatan ke depan,” ujarnya.
Raih Nilai 96,81
Berdasarkan penilaian yang berlangsung selama kurang lebih empat jam, SMK-PP Negeri Banjarbaru memperoleh nilai 96,81 dengan predikat amat baik.
Menanggapi hasil tersebut, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur sekolah.
“Hasil ini tidak lepas dari bimbingan pembina serta dukungan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PKKS menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sekolah. “Melalui penilaian ini, kami memastikan seluruh kegiatan terdokumentasi dengan baik dan menjadi dasar peningkatan kualitas ke depan,” pungkasnya.
PKKS bertujuan untuk menilai pelaksanaan tugas, fungsi, dan tanggung jawab kepala sekolah, meningkatkan mutu lulusan dan kualitas pendidikan, serta menjadi dasar pengembangan profesional kepala sekolah.
Selain itu, penilaian ini memastikan pengelolaan sumber daya sekolah berjalan optimal dalam mendukung tujuan pendidikan. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.