Sosialisasi dan Rekrutmen, SMK-PP Negeri Kementan gandeng Swasta Sawit
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Kamis, 22 Januari 2026
SMKPPN BANJARBARU: Kegiatan sosialisasi dan rekrutmen dihadiri perwakilan PT Buana Karya Bakti (BKB) Farid Hermawan dan Wakil Kepala Sekolah Edi Irpani mewakili Kepala SMKPP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni.

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Pemerintah RI berupaya menghasilkan SDM pertanian yang kompeten, produktif dan berdaya saing, yang ditempuh Kementerian Pertanian RI (Kementan) memaksimalkan peran pendidikan vokasi melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) di antaranya SMKPP Negeri Banjarbaru di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan sekolah vokasi seperti SMKPP Negeri, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) memiliki peran penting untuk memajukan pertanian. 

"Pertanian pun dapat di digarap dengan cara-cara kekinian, namun hal itu harus didukung oleh SDM yang memadai," katanya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan di tangan milenial pembangunan pertanian akan dijalankan. 

"Petani milenial adalah penggerak sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi industri 4.0," katanya.

Kabadan menambahkan, pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) melalui kemitraan baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM hingga perekrutan lulusan pendidikan vokasi.

SMKPP Negeri Banjarbaru
Kepala SMKPP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan pihaknya selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan 
senantiasa berupaya memperluas kemitraannya dengan dunia industri, guna meningkatkan kualitas lulusan dan memberikan peluang karir yang lebih baik.

Kali ini SMKPP Negeri Banjarbaru kedatangan mitra swasta sawit, PT Buana Karya Bakti (BKB) pada Rabu (21/1) dalam
rangka melaksanakan Sosialisasi dan Rekrutmen pegawai pada siswa kelas XII SMK-PP Negeri Banjarbaru TP 2025/2026, yang tahun ini akan lulus sekolah.

Hadir Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri, Edi Irpani mewakili Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni yang mengatakan, "menjadi lulusan SMK-PP Negeri Banjarbaru harus siap menjadi job creator dan job seeker, maka hari ini ada peluang untuk bekerja atau menjadi job seeker. Maka, kalian harus yang ingin bekerja, ikuti dengan seksama. Ikuti prosesnya", Terangnya.

Setelah sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan seleksi dan terdapat sekitar 30 siswa yang mengikuti seleksi tertulis dan wawancara ini.

Perwakilan PT BKB Farid Hermawan, menjelaskan seleksi  bertujuan untuk menjaring calon pegawai, yang akan di tempatkan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) maupun Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. 

“Kami merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalteng mencari lulusan SMK Pertanian untuk menjadi bagian dari kami, yang nanti akan ditempatkan berkerja menjadi mandor, kerani, petugas gudang atau laboratorium kontrol,” kata Farid Hermawan.

Dia menambahkan, apabila diterima akan di-training dengan menempuh pendidikan sebagai siswa selama enam bulan. Pada proses tersebut, akan dinilai apakah akan lanjut diterima sebagai karyawan atau tidak. 

"Apabila diterima harus bekerja selama tiga tahun dan enam bulan. Tidak boleh mengundurkan diri, karena akan kena denda", Pungkasnya. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 


Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED