Gandeng Kejari Banjarbaru, Siswa SMKPPN Kementan Kenali Dampak Langgar Hukum
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Minggu, 25 Januari 2026
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni [ke-2 kiri] dalam pembukaan mengapresiasi Kejari Banjarbaru, untuk kedua kalinya, memberi wawasan tentang hukum bagi peserta didiknya.

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) mendukung perang atas kekerasan, tindak kriminal, dan penyalahgunaan narkoba di setiap Unit Pelaksana Teknis. Komitmen tersebut dibuktikan pada sosialisasi dampak pelanggaran hukum yang bisa terjadi di lingkungan sekolah bagi siswa/i SMKPP Negeri Banjarbaru.

Kepala SMKPP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan bahwa Kementan menilai program tersebut sangat strategis dilakukan di lingkungan pendidikan. Pasalnya, di tangan generasi muda harapan majunya sektor pertanian dipertaruhkan.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa sektor pertanian menjadi salah satu penyangga perekonomian negara, sehingga sangat penting membangun SDM pertanian yang sehat dan cerdas.

Mengamini hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengajak anak-anak muda yang sedang menempuh pendidikan di Polbangtan/PEPI/SMKPP untuk menjauhi narkoba dan kekerasan di lingkungan sekolah dan kampus.

“Usaha Kementan dalam menumbuhan banyak petani muda, tidak boleh gagal karena narkoba, jadi kita harus lawan penyalahgunaan Narkoba,” katanya.

Jaksa Masuk Sekolah

Sesuai amanat dari Pemerintah RI terhadap Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan kali ini disambangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjarbaru pada Jumat, (23/1).

Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi mengenal kejaksaan baik tugas dan fungsi, mengenal hukum, serta pengenalan terkait parkoba bagi para peserta didik kelas X, dan XII TP. 2025/2026 SMK-PP Negeri Banjarbaru.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni yang mendampingi dalam pembukaan menyampaikan apresiasi pada jajaran Kejari Banjarbaru atas kerjasama dan dukungannya, untuk kedua kalinya.

"Jaksa Masuk Sekolah, salah satu program yg sangat baik dilakukan untuk memberikan edukasi hukum kepada semua peserta didik sejak di bangku sekolah sebagai bentuk pencegahan atau tindakan preventif ´Kenali Hukum dan Jauhi Hukuman´," katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Agus Salim selaku Kepala Subseksi Bidang Intelijen 1 pada Kejari Kota Banjarbaru dengan materi pengenalan Kejaksaan RI, baik tugas dan fungsi, dan pengenalan dan proses hukum

Agus Salim mengatakan, Kejaksaan RI adalah lembaga pemerintah yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan undang-undang (UU).

"Jadi hari ini, kami melalui program Jaksa Masuk Sekolah, mengenalkan kejaksaan kepada siswa," katanya.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan terkait Hukum Untuk Mencegah Bukan Hanya Menghukum. Kemudian dilanjutkan dengan terkait Pencegahan Pemberatasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Bullying.

Bertempat di aula Kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru ini, tim Kejaksaan Negeri Kota Banjarbaru kemudian melakukan sesi tanya jawab dan motivasi kepada siswa-siswi SMK-PP negeri Banjarbaru. [Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru]

 

 


Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED