Banyuasin, Kalsel (B2B) - Dalam upaya mencetak generasi muda yang kompeten di sektor agribisnis pertanian. SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Sembawa kembali menunjukan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten melalui pelaksanaan kegiatan magang siswa.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan bahwa kegiatan magang diikuti 119 siswa SMA IT Al-Furqon Palembang, Mereka dibagi dalam dua sesi yang berlangsung selama delapan hari, 26 Januari hingga 2 Februari 2026 di lingkungan sekolah SMK PPN Sembawa.
Program magang tersebut sejalan dengan visi besar Kementerian Pertanian RI (Kementan) melakukan regenerasi petani di Indonesia, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa masa depan pangan bangsa ada di tangan anak muda yang mau bersentuhan dengan teknologi.
"Pertanian saat ini tidak lagi identik dengan lumpur dan kemiskinan. Kita sedang membangun pertanian modern, mandiri dan berkelanjutan, maka diharapkan lahir petani-petani milenial yang mampu membawa inovasi bagi sektor pangan di Indonesia," katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga pendidikan untuk menciptakan SDM pertanian yang siap kerja dan berjiwa wirausaha.
"BPPSDMP Kementan terus mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian, untuk membuka ruang belajar berbasis praktik, yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha sektor pertanian," katanya.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan program magang SMA IT Al-Furqan Palembang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata kepada siswa dalam bidang pertanian.
"Khususnya pada aspek operasional, manajemen kegiatan pertanian, serta pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran vokasi pertanian," katanya dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Wakasek Pengajaran Ruhil Fida.
Selama masa magang, kata Budi Santoso, para siswa tidak hanya belajar teori di kelas, juga terjun langsung ke lahan praktik. Mereka mempelajari berbagai aspek seperti manajemen pembibitan, teknik budidaya tanaman pangan dan hortikultura, teknik pembuatan pupuk organik cair, teknik budidaya ayam petelur dan teknik pembuatan sabun.
"Selama kegiatan magang, para siswa mendapatkan pembimbingan langsung dari guru produktif dan tenaga pendamping," ungkapnya lagi.
Kepala SMK PPN Sembawa diwakili Wakasek Pengajaran, Ruhil Fida menyampaikan ucapan terima kasih kepada SMA IT Al-Furqan yang memberikan kepercayaan kembali untuk siswa-siswanya kembali magang di SMK PPN Sembawa.
"Sekolah kami ini murni sekolah pertanian dari Kementan, ada 3 SMK di Indonesia berada di Banyuasin, Banjarbaru dan Kupang," kata Ruhil Fida.
Dia menambahkan, bagaimana proses penanaman, melakukan pembuatan bokasi dan lainnya, adalah tindakan dasar pertanian. Kalau sudah bisa menanam apa saja bisa tumbuh baik menanam dari hal yang kecil, maupun pemanfaatan limbah, harapannya bisa bermanfaat bagi kehidupan anak-anak ke depannya nanti.
"Program magang ini juga menjadi bagian dari upaya Kementan mencetak petani muda dan tenaga pertanian profesional yang berdaya saing," ungkap Ruhil Fida.
SMA IT AL- Furqon Palembang
Kepala SMA IT AL- Furqon Palembang, Jusman Fitriansyah menyampaikan program magang tersebut untuk menguatkan generasi-generasi yang bukan hanya mencerdaskan robani dan rohani namun membekali mereka dengan pengalaman-pengalaman yang langsung mereka dapatkan di lapangan.
"Kami ucapkan terima kasih kepada SMK PPN Sembawa yang telah memberikan kesempatan untuk kesekian kalinya melaksanakan pelatihan di tempat ini. Semoga kegiatan ini bisa dilanjutkan di tahun-tahun selanjutnya dan menjadi salah satu dasar untuk memperkuat kecerdasan anak secara akademik dan kecerdasan secara karakter bagi anak," katanya..
Melalui kegiatan tersebut. ungkap Jusman, para siswa SMA IT Al-Furqan mampu meningkatkan keterampilan. Sikap profesional serta kesiapan kerja setelah menyelesaikan pendidikan. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.