Kreativitas Milenial, Kementan Dukung Ekskul Marching Band Mahasiswa Polbangtan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Selasa, 15 Februari 2022
POLBANGTAN BOGOR: Rombongan drumband melakukan pawai dari gerbang kampus Jurusan Peternakan dan finish di Jl Utama Cigombong berjarak 2,5 km, membawakan lima buah lagu dan manuver atraksi di depan warga.

Bogor, Jabar [B2B] - Muda, aktif, energik, dan inovatif merupakan sosok ideal dari mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] yang diinginkan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. 

Sosok mahasiswa ideal, menurut Mentan Syahrul, mampu meningkatkan kemampuan akademik sekaligus aktif pada kegiatan ekstra kurikuler [Ekskul] seperti marching band, untuk mengembangkan bakat di bidang musik serta berlatih disiplin melalui marching band.

"Kita mau perguruan tinggi menjadi tonggak kekuatan negara ini untuk menghadirkan makan kepada 267 juta orang. Kita juga ingin perguruan tinggi memperkuat negara ini agar menjadi kuat," kata Mentan Syahrul tiap kali berdialog dengan mahasiswa di seluruh Indonesia, khususnya mahasiswa Polbangtan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengingatkan hal serupa bahwa sikap dan karakter jiwa yang baik dapat membentuk mahasiswa Polbangtan sebagai job creator dan job seeker bermental baja, pekerja keras dan cerdas menjadi wirausahawan milenial yang profesional.

"Generasi milenial khususnya di lingkup pendidikan vokasi Kementan harus beradaptasi memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi," kata Dedi.

Sebagaimana diketahui, Polbangtan Bogor merupakan institusi pendidikan tinggi vokasi binaan BPPSDMP Kementan. Visi dan misi menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian dengan menghasilkan SDM pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing.

Direktur Polbangtan Bogor, Detia Tri Yunandar mengatakan Marching Band Polbangtan Bogor dibentuk pada 2015, dengan nama Canka Lembayung Muda. Makna dari nama tersebut 'alunan lagu yang dimainkan oleh anak-anak muda pertanian. 

"Anggota marching band merupakan mahasiswa yang memiliki talenta dan telah melalui proses seleksi dari pelatih dan pembina kemahasiswaan," kata Detia TY.

Sebagai pendidikan non-formal, menurutnya, marching band memberikan solusi alternatif dalam berkreativitas seni dan olahraga. Mengembangkan bakat dan karakter mahasiswa melalui ilmu musik, pengalaman organisasi, pengenalan kedisiplinan dan akuntabilitas diri merupakan manfaat riil bagi anggota marching band.

Pekan lalu, Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin merayakan HUT Cisalopa Berhijrah yang keempat. Acara ini diramaikan oleh penampilan Canka Lembayung Muda yang berisikan mahasiswa Jurusan Peternakan. 

Rombongan drumband melakukan pawai mulai dari gerbang kampus Jurusan Peternakan dan finish di Jl Utama Cigombong yang berjarak sekitar 2,5 km. Pawai yang dimainkan oleh puluhan mahasiswa/mahasiswi ini membawakan lima buah lagu dan tak lupa untuk melakukan beberapa manuver atraksi di depan warga.

Tokoh masyarakat setempat sangat mendukung dan mengaspirasi kegiatan pawai drumband ini. “Penampilan drumband ini sangat menghibur warga sekitar terlihat dari partisipasi yang membludak”, ujarnya.

HUT Cisalopa Berjiarah ini menjadi ajang silaturrahim antara civitas akademika dengan masyarakat sekitar kampus. Tak ayal, momen ini pun dijadikan sebagai sosialisasi kegiatan Canka Lembayung Muda atau UKM Drumband sehingga masyarakat selain terhibur dapat mengetahui bakat anak-anak drumband selama latihan.

“Saya merasa bangga akan hadirnya mahasiswa Polbangtan Bogor terutama anggota drumband CLM yang sudah menyempatkan waktunya untuk mengikuti pawai dalam memeriahkan HUT Cisalopa berhijrah keempat, dan harapan saya agar kegiatan semacam ini dapat berlanjut ditahun berikutnya” Ujar UstadDudi, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Drumband Polbangtan Bogor Jurusan Peternakan, selain melaksanakan latihan di area kampus juga sering melaksanakan pertunjukan dan mengikuti perlombaan baik tingkat kabupaten, provinsi maupun menghadiri undangan dari Kementerian Pertanian dalam ajang-ajang bergengsi lainnya. [timhumaspolbangtanbogor]


Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan, so the Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government's commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.

TERKAIT - RELATED