Polbangtan Kementan Bekali Petani Brigade Pangan di Batanghari
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Kamis, 28 Agustus 2025
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan, pembekalan bukan sekadar transfer ilmu, juga penguatan karakter dan kapasitas manajerial bagi Brigade Pangan di Batang Hari menjadi pionir penerapan teknologi dan inovasi.

Batanghari, Jambi (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali memperkuat peran generasi muda pertanian, dengan menyelenggarakan Pembekalan Brigade Pangan (BP) di BPP Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. 

Kegiatan pembekalan diikuti oleh empat BP selama tiga hari dengan konsep kelas interaktif, mulai Kamis dua pekan lalu (14/8) menghadirkan narasumber dari dosen Polbangtan Bogor, Liaison Officer (LO) wilayah Kabupaten Batang Hari, serta Kabid Penyuluhan Kabupaten Batang Hari. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, para peserta mendapatkan materi komprehensif mencakup penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), teknik budidaya, rancangan analisis usaha tani, hingga pencatatan usaha tani dan alsintan. 

Pembekalan BP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya regenerasi petani untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. 

“Kedaulatan pangan Indonesia tidak hanya bertumpu pada teknologi, juga pada semangat generasi muda yang siap turun ke lapangan," katanya.

Brigade Pangan, ungkap Mentan, harus menjadi ujung tombak dalam mewujudkan pertanian modern yang berdaulat dan menyejahterakan petani.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian memainkan peran vital dalam menyiapkan sumber daya manusia unggulan. 

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan,
seluruh materi pembekalan dirancang untuk membangun semangat kolaborasi, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong optimalisasi teknologi pertanian di lapangan.

“Pembekalan bukan sekadar transfer ilmu, juga penguatan karakter dan kapasitas manajerial. Dengan dukungan Polbangtan, Brigade Pangan di Batang Hari diharapkan mampu menjadi pionir penerapan teknologi dan inovasi di sektor pertanian,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan vokasi, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian. 

“Polbangtan Bogor berkomitmen mencetak insan pertanian yang terampil, mandiri, dan inovatif," katanya.

Kehadiran Brigade Pangan di Batang Hari, ungkap Yoyon Haryanto, menjadi langkah strategis memperkuat kelembagaan petani, menggerakkan pertanian modern dan mendorong lahirnya wirausaha muda pertanian.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan insan pertanian unggul, yang siap menghadapi tantangan dan berkontribusi nyata dalam membangun pertanian Indonesia yang adaptif dan berkelanjutan. [agm/wisda/timhumas polbangtanbogor]


Batanghari of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED