Brigade Pangan, Polbangtan Kementan Perkuat SDM Pertanian Sungai Penuh
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Kamis, 28 Agustus 2025
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan, seluruh materi pembekalan dirancang untuk memperkuat keterampilan teknis dan kemampuan manajerial untuk mendukung ketahanan pangan.

Sungai Penuh, Jambi (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda pertanian unggul dengan menggelar Pembekalan Brigade Pangan di Kota Sungai Penuh. 

Kegiatan pembekalan diikuti oleh 45 peserta dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, Armen SP, Kepala BRMP Kementan Provinsi Jambi, Firdaus SP, MP, serta Widyaiswara Madya Bapeltan, Irwanto, S.ST, MP.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, para peserta mendapatkan materi strategis mulai dari pendampingan Brigade Pangan, pembukuan dan literasi keuangan, hingga manajemen pengelolaan alat dan mesin pertanian (Alsintan). 

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan, keterlibatan generasi muda sangat penting dalam pembangunan pertanian Indonesia. Swasembada pangan hanya bisa terwujud jika kita menyiapkan SDM pertanian yang tangguh, inovatif, dan berjiwa wirausaha. 

"Brigade Pangan adalah ujung tombak, dan saya bangga melihat semangat para peserta yang siap mengabdi untuk bangsa,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas melalui pendidikan vokasi. Program ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan, keterampilan teknis, dan manajerial generasi muda. 

"Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu bertani, tetapi juga mengelola usaha tani secara modern dan berkelanjutan,” katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, seluruh materi dirancang untuk memperkuat keterampilan teknis sekaligus kemampuan manajerial, sehingga para peserta siap berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

"Kegiatan pembekalan merupakan bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi vokasi, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian," katanya.

Polbangtan Bogor, ungkap Yoyon Haryanto, berkomitmen mencetak insan pertanian yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, juga mampu menjadi inovator dan pemimpin dalam bidang pangan. 

"Kehadiran Brigade Pangan di Sungai Penuh ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan menumbuhkan wirausaha muda pertanian,” katanya.

Yoyon Haryanto menilai, kehadiran para pejabat dan narasumber berkompeten dalam kegiatan ini semakin memperkokoh sinergi lintas lembaga. 

"Diharapkan, pembekalan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, juga melahirkan insan pertanian yang inovatif, mandiri, serta siap memperkuat peran Brigade Pangan sebagai garda terdepan swasembada pangan," katanya lagi. [agm/wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 


Sungai Penuh of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED