Anonymous Nyatakan Perang Cyber terhadap Israel

Anonymous Declare Cyber War on Israel

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Parulian Manalu


Anonymous Nyatakan Perang Cyber terhadap Israel
Pesan Anonymous bagi perjuangan warga Palestina (Foto: Daily Mail)

ANONYMOUS mengklaim telah merusak lebih dari 650 website Israel. Namun Israel menyangkal terjadinya kerusakan, tetapi mengakui adanya 60 juta kali upaya peretasan komputer.

Kelompok peretas (hacker) Anonymous menyatakan 'perang cyber' terhadap Israel sebagai balasan atas ancaman untuk memblokir akses internet di Palestina.

Ketika angkatan bersenjata Israel memulai serangan udara terhadap sasaran-sasaran di wilayah Palestina, kelompok peretas ini mencoba melumpuhkan situs internet dan jaringan milik pemerintah Israel.

Langkah tersebut diambil setelah Israel mengakui sedang menghadapi 'tiga front peperangan' meliputi fisik, media sosial dan serangan cyber dengan berlindung di 'cyberdome' untuk melindungi sistem pertahanan rudalnya.

Anonymous juga merilis Paket Perawatan Anonymous Gaza berisi instruksi dalam bahasa Arab dan Inggris untuk mengantisipasi tindakan Israel menutup koneksi internet serta menghindari pengawasan online dan dasar-dasar pertolongan pertama.

Salah satu anggota Anonymous, yang mengidentifikasi dirinya sebagai warga muslim Pakistan mengatakan mereka tidak akan berhenti.

"Kami akan berhenti sampai mereka berhenti membunuh anak-anak tak berdosa dan warga sipil," katanya seperti dikutip Daily Mail.

ANONYMOUS claims to have defaced more than 650 Israeli websites. Israelis deny any damage, but admit suffering 60million hack attempts.

Hackers' collective Anonymous claims it has declared 'cyber war' against Israel in retaliation for threats to block Palestinians' internet access.

As the Israel Defence Forces began airstrikes against targets in the territory, the hacktivist group  tried to cripple Israeli sites and government networks.

The move came as Israel admitted the war is being fought on 'three fronts' - including physical, social networks and cyber attacks - and triggered calls for a 'cyberdome' protective shield to mirror the 'Iron dome' missile defence system.

The group also released what it called the Anonymous Gaza Care Package containing instructions in Arabic and English on steps to take if the Israelis shut down internet connections to the strip, as well as information on avoiding online surveillance and basic first aid.

One of its members, who identified himself only as a Pakistani Muslim, told The Associated Press that more was on the way.

'We won't stop until they stop killing innocent kids and people,' he said.