Penguatan Pelatihan & Integritas jadi Fokus Pembinaan Pegawai UPT Kementan

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Penguatan Pelatihan & Integritas jadi Fokus Pembinaan Pegawai UPT Kementan
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dan Kabag Umum, Rosdiana mendampingi Kapuslat, Teddy Dirhamsyah [tengah] beserta jajaran BBPP Batangkaluku seusai Kapuslat memberikan arahan dan pembinaan pegawai.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Penguatan pelatihan pertanian menjadi salah satu fokus Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) mencetak SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing. 

Guna mendukung langkah tersebut, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Teddy Dirhamsyah memberikan arahan dan pembinaan pegawai Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Rabu (7/10).

Hadir mendampingi kunjungan kerja Kapuslat Teddy Dirhamsyah di Gowa, Sulsel antara lain Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dan Kabag Umum, Rosdiana serta sejumlah pejabat UPT Pelatihan Kementan tersebut.

Dalam arahannya, Teddy Dirhamsyah menegaskan bahwa kebijakan BPPSDMP ke depan akan berfokus pada penguatan fungsi pelatihan dan kelembagaan. 

Pelatihan pertanian diharapkan menjadi pilar utama mendukung peningkatan kompetensi SDM untuk mewujudkan swasembada pangan.

Hal itu sejalan arahan Menteri Pertanian RI 1(Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya kualitas SDM dalam pembangunan pertanian.

“SDM merupakan tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Tanpa SDM kompeten, teknologi modern dan program strategis tidak akan berjalan optimal untuk mencapai swasembada,” katanya.

Senada, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan meningkatkan kapasitas insan pertanian.

“Kementan terus berkomitmen mencetak SDM pertanian yang adaptif, profesional dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Sejalan dengan fokus tersebut, Teddy Dirhamsyah mendorong para Widyaiswara untuk berperan aktif mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan percepatan hilirisasi produk pertanian. 

Dia meminta Widyaiswara segera menyusun Roadmap strategis yang memuat kontribusi nyata dalam mencapai kedua agenda tersebut.

Selain kompetensi teknis, Teddy menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sehat, solid dan berintegritas di lingkungan BBPP Batangkaluku.

“Jaga kekompakan, integritas dan rasa kekeluargaan di lingkungan kerja. Jika ada masalah internal, selesaikan langsung melalui ruang dialog yang konstruktif dan tetap fokus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi,” tegas Teddy.

Melalui pembinaan ini, seluruh ASN dan pegawai BBPP Batangkaluku diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan memperkuat dukungan terhadap agenda ketahanan dan kemandirian pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.