Keberlanjutan CSA, Kementan dan Pemprov Sumut gelar Bimtek di Tapsel

Indonesia Irrigation Development the Target of Government`s Loan Program

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Keberlanjutan CSA, Kementan dan Pemprov Sumut gelar Bimtek di Tapsel
PROGRAM SIMURP: Kegiatan Bimtek CSA mendukung Genta Organik berlangsung satu hari di BPP Sipirok diikuti 20 peserta terdiri atas PPL, POPT, PBT dan petani muda Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Tapsel, Sumut [B2B] - Guna mendukung keberlanjutan Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] di di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara [Pemprov Sumut] dan Kementerian Pertanian RI menggelar Bimbingan Teknis [Bimtek] pada tujuh kabupaten, di antaranya Tapanuli Selatan [Tapsel] oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Sumut.

Tujuan Bimtek CSA mendukung peran dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] tahun 2024 sebagai Pusat Pembelajaran dan meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian Lapangan [PPL], Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan [POPT], Pengawas Benih Tanaman [PBT] dan petani muda Sumut.

Penyuluh Pusat Kementan, Susi Deliana melaporkan kegiatan Bimtek CSA mendukung Gerakan Tani Pro Organik [Genta Organik] berlangsung satu hari di BPP Sipirok diikuti 20 peserta terdiri atas PPL, POPT, PBT dan petani muda Tapsel di Sipirok, belum lama ini.

Hadir tiga narasumber yakni PPL lokasi kegiatan CSA di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai dan UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Sumut.

Pengembangan CSA yang diusung Kementan bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong dan mengawal pertanian berwawasan iklim CSA, agar tetap kreatif dan inovatif bagi mitigasi perubahan iklim global.

"Fokus kerja Kementan pada 2024 adalah memperkuat produksi berbagai komoditas pokok seperti padi dan jagung di tengah perubahan iklim global," kata Mentan Amran.

Hal tersebut didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian didukung oleh stakeholders terkait.

"Untuk itu diperlukan langkah awal dalam upaya peningkatan wawasan dan pemahaan serta penyamaan persepsi dalam upaya mencapai swasembada padi dan jagung,” katanya.

Terpisah, Direktur National Project Implementation Unit [NPIU] SIMURP Bustanul Arifin Caya mengatakan Kementan melalui Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan] BPPSDMP Kementan, berupaya meningkatkan keterlibatan penyuluh untuk aktif menjalankan 5 Peran dan Fungsi BPP KostraTani.

"BPP sebagai pusat data dan informasi pertanian, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring kemitraan," katanya.

Sementara Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengharapkan petani dan penyuluh yang sudah menerapkan teknologi CSA untuk dapat menyebarluaskan cerita sukses penerapan teknologi CSA kepada petani lainnya dan terus menerapkan teknologi CSA secara mandiri dan berkelanjutan.

"Daerah agar berperan aktif mengawal dan mendampingi kegiatan CSA secara luas dan berkelanjutan. Tak kalah penting, replikasi dan resonansi teknologi CSA secara masif melalui sosialisasi di luar lokasi SIMURP," katanya dalam kesempatan terpisah.

Sri Mulyani juga mengapresiasi pada petani bersama kelompok taninya maupun Gapoktan melaksanakan penerapan teknologi CSA dan pendampingan penyuluh serta berbagai pihak yang mendukung keberhasilan kegiatan penerapan teknologi CSA.

"Dibuktikan kepada kita semua adanya peningkatan hasil produksi dan produktivitas padi dilokasi demplot CSA yang berdampak pada meningkatan pendapatan petani serta mengurangi emisi GRK sebagaimana dukungan kita mengurangi dampak perubahan iklim global. [timsimurpkementan]

South Tapanuli of North Sumatera [B2B] - The objective of the Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] with Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

SIMURP locations in 13 irrigation areas and two swamp areas namely Banyuasin and Katingan Regencies and 17 districts in eight provinces.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.