Resonansi Pertanian CSA, Siswa SMKN ikuti PKL 4 Bulan di Rumah Jamur Takalar

Indonesia Irrigation Development the Target of Government`s Loan Program

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Resonansi Pertanian CSA, Siswa SMKN ikuti PKL 4 Bulan di Rumah Jamur Takalar
PROGRAM SIMURP: Tujuh siswa SMKN 3 Takalar bersama Ketua KWT Rumah Jamu Takalar, Nurwahida Tais menjelang akhir masa PKL dalam kaitan Pendidikan Sistem Ganda [PSG] setelah berlangsung selama empat bulan, serta resonansi Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA].

Takalar, Sulsel [B2B] - Selama empat bulan, tujuh siswa SMKN 3 Takalar jurusan/program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian melaksanakan Praktik Kerja Lapangan [PKL] pada Kelompok Wanita Tani [KWT] Rumah Jamu Takalar yang didukung dan dibina oleh Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP].

Kegiatan PKL tersebut merupakan Pendidikan Sistem Ganda [PSG] guna memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi siswa SMKN 3 Takalar mengelola pertanian hulu ke hilir. Siswa juga mendapat pengetahuan dan pengalaman dunia usaha/industri serta memupuk profesional dan mandiri.

KWT Rumah Jamu Takalar mengusung inovasi Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] berupaya melakukan resonansi CSA pada siswa SMKN 3 Takalar. Tujuan resonansi, penyebarluasan kebermanfaatan yang mengacu visi dan misi CSA bagi pertanian tanggap iklim.

Kehadiran KWT Rumah Jamu Takalar di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan berawal dari limbah gergajian kayu mengusik kenyamanan Lingkungan Bontorita di Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara. Nurwahida Tais. Warga setempat pun terusik lantas tergerak memanfaatkannya menjadi media tumbuh jamur.

Inisiasi Nurwahida Tais mendorong sejumlah istri petani setempat mendukung terbentuknya KWT Rumah Jamur Takalar. Fokus kegiatan usaha memanfaatkan serbuk gergaji menjadi media tumbuh sekaligus sosialisasi kelezatan olahan jamur, sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

Mentan Amran mengatakan untuk mendukung pertanian maju, mandiri dan modern menuntut hadirnya SDM andal dan mandiri seperti halnya KWT Rumah Jamur Takalar yang inovatif dan mandiri menjadikan jamur sebagai sumber cuan.

"Krisis pangan dunia, bencana alam dan perubahan iklim mengancam kita. Kekuatan alam tidak dapat kita lawan, tapi kita dapat beradaptasi melalui inovasi teknologi," katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa pemberdayaan wanita tani melalui KWT seperti dilakukan SIMURP bertujuan meningkatkan skill dan pengetahuan bagi kesejahteraan keluarga petani.

"Program SIMURP membina dan optimalisasi kelembagaan wanita tani dengan pemberdayaan melalui KWT," katanya.

KWT, kata Dedi Nursyamsi, diharapkan mengembangkan potensi wanita tani menjadi SDM mandiri dan produktif sebagai salah satu tonggak pembangunan pertanian.

Ketua KWT Rumah Jamur Takalar, Nurwahida Tais mengatakan dukungan dan pendampingan Program SIMURP telah memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas, yang saat ini mampu panen hingga 50 kg perhari.

"Selain itu, berkat pendampingan SIMURP, beberapa anggota KWT telah membangun kumbung untuk memenuhi permintaan bibit maupun produk olahan jamur setiap hari ke Makassar," katanya.

SMKN 3 Takalar
Pelaksanaan PKL siswa SMKN 3 Takalar berlangsung 1 Agustus hingga 1 Desember 2023 oleh siswa sekolah menengah kejuruan/vokasi di Kabupaten Takalar, Sulsel.

Ketua KWT Rumah Jamu Takalar, Nurwahida Tais mengatakan kegiatan PKL meliputi kegiatan pembuatan media baglog jamur mulai dari pemilihan media serbuk, pencampuran  media baglog, sterilisasi media baglog, inokulasi media baglog, inkubasi, panen jamur.

"Kegiatan praktik berlangsung setiap hari selama empat bulan, hingga mereka mengikuti kegiatan kegiatan pameran," katanya.

Nurwahida Tais mengatakan dukungan dan pendampingan Program SIMURP telah memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas, yang saat ini mampu panen hingga 50 kg perhari.

"Selain itu, berkat pendampingan SIMURP, beberapa anggota KWT telah membangun kumbung untuk memenuhi permintaan bibit maupun produk olahan jamur setiap hari ke Makassar," katanya.

Menurutnya, penjualan bibit jamur menjangkau Makassar dan sejumlah kota/kabupaten di Sulawesi Selatan hingga ke Topoyo di Provinsi Sulawesi Barat dan Poso di Provinsi SulawesiTengah, dengan penjualan jamur mentah setiap hari ke Makassar hingga 15 kg per hari. [hartati/timsimurp sulsel]

Takalar of South Sulawesi [B2B] - The objective of the Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] with Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

SIMURP locations in 13 irrigation areas and two swamp areas namely Banyuasin and Katingan Regencies and 17 districts in eight provinces.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.