Cafe Tani, UPT Pelatihan Kementan Perkuat Edukasi dan Promosi Pertanian Sulsel
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi meluncurkan (launching) operasional Cafe Tani sebagai ruang kreatif baru yang mengusung konsep santai dan edukatif, belum lama ini.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani menegaskan bahwa kehadiran Cafe Tani tidak hanya difungsikan sebagai tempat beristirahat dan menikmati kopi, juga wadah menarik minat masyarakat untuk mengenal dunia pertanian. Produk olahannya diupayakan dari hasil produksi pertanian BBPP Batangkaluku untuk menerapkan konsep kewirausahaan.
Upaya BBPP Batangkaluku sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya penguatan hilirisasi sektor pertanian sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani.
"Hilirisasi adalah masa depan pertanian kita. Ini bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana hasil petani bisa diolah, dikemas, dan dipasarkan hingga ke mancanegara," katanya.
Sejalan arahan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian harus dibarengi penguatan sumber daya manusia (SDM) yang berjiwa kewirausahaan.
“Pertanian harus menjadi sektor yang menarik, memberikan peluang usaha dan mampu menciptakan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda,” katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dalam sambutannya saat membuka Cafe Tani bahwa kafe tersebut memiliki potensi besar, karena lokasinya di jalur strategis dan mudah diakses oleh masyarakat.
"Kondisi ini dinilai mampu menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan untuk singgah sekaligus mengenal lebih dekat dunia pertanian," katanya.
Jamaluddin Al Afgani menambahkan, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan dari Kementan, BBPP Batangkaluku akan memanfaatkan Cafe Tani sebagai media publikasi dan diseminasi informasi pertanian.
"Ke depan, Cafe Tani diharapkan tidak hanya menjadi ruang bersantai, juga etalase edukasi, promosi inovasi dan hasil-hasil pertanian, sehingga mampu memperkuat citra pertanian sebagai sektor yang modern, bernilai ekonomi dan terbuka bagi masyarakat luas," ungkapnya dalam sambutannya.
Kegiatan launching Cafe Tani ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dihadiri oleh jajaran BBPP Batangkaluku, Dharma Wanita Persatuan, pegawai Polbangtan Gowa serta perwakilan instansi lain di sekitar lingkungan balai.
"Momen tersebut menjadi simbol dimulainya operasional Cafe Tani sebagai ruang baru yang diharapkan dapat mendukung fungsi edukasi, promosi, dan pengembangan kewirausahaan pertanian di BBPP Batangkaluku," pungkas Jamaluddin Al Afgani. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
