Pertahankan ISO, SMKPP Kementan Buktikan Komitmen Mutu dan Integritas

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Pertahankan ISO, SMKPP Kementan Buktikan Komitmen Mutu dan Integritas
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP [ke-2 kanan] menerima Sertifikat ISO dari Lead Auditor KAN, Agustin Raudatul F dan auditor Made Gede Prawira dan foto bersama Wakasek Airin Nurmarita dan Kasubag TU Johan Pujianto serta manajemen puncak sekolah.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan tata kelola manajemen.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Kementan kembali menggelar Audit Sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan pada 9 - 10 April 2026.

Audit dilakukan oleh Garuda Sertifikasi Indonesia, lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). 

Upaya SMKPPN Banjarbaru sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan mutu satuan pendidikan di lingkungan Kementan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, mendorong seluruh sekolah vokasi Kementan senantiasa meningkatkan standar mutu pendidikan dan menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik. 

"Hal ini penting guna mendukung keberhasilan indikator Reformasi Birokrasi, yang terkait erat dengan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan atau (SMAP) sebagai upaya menciptakan birokrasi bersih dan bebas dari praktik penyuapan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci dalam pembangunan sektor pertanian. 

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP mengatakan kegiatan diawali pembukaan di aula kampus, dihadiri oleh jajaran manajemen, tenaga pendidik dan tim auditor dari Garuda Sertifikasi Indonesia yang telah diakreditasi oleh KAN.

"Selanjutnya, proses audit dilakukan menyeluruh terhadap manajemen puncak. Mulai wakil kepala sekolah, ketua tim kerja, koordinator, ketua jurusan, hingga para guru," katanya.

Angga Tri AP menambahkan, kegiatan audit bertujuan agar berharap lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP lingkup Kementan mampu mencetak generasi muda yang inovatif, adaptif dan siap kerja.

Pada penutupan audit, Lead Auditor KAN, Agustin Raudatul F bersama auditor Made Gede Prawira menyampaikan bahwa SMK-PP Negeri Banjarbaru direkomendasikan untuk mempertahankan kedua Sertifikasi ISO tersebut.

“Berdasarkan hasil audit selama dua hari, kami merekomendasikan SMK-PP Negeri Banjarbaru untuk tetap mempertahankan status sertifikasinya. Selamat atas capaian ini,” kata Agustin.

Menanggapi hasil tersebut, Angga Tri AP apresiasi dan mengaku bangga atas kerja sama seluruh tim bagi kelancaran Audit Sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

“Alhamdulillah, hasil audit menunjukkan capaian yang baik. Terima kasih atas kerja sama, komunikasi, dan kolaborasi dari seluruh pihak,” katanya.

Angga Tri AP menambahkan, hasil audit akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan berkelanjutan, terutama memperkuat peran lembaga sebagai penyedia layanan publik di bidang pendidikan vokasi pertanian.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan ke depan,” pungkasnya. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]


 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.