Pacu Keterampilan, Siswa SMKN Garut Dalami Hortikultura di UPT Kementan

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Pacu Keterampilan, Siswa SMKN Garut Dalami Hortikultura di UPT Kementan
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori [insert, kiri atas] mengatakan, selama berada di BBPP Lembang, para siswa ditempatkan pada sejumlah area praktik baik screen maupun lahan terbuka, dengan mempelajari komoditas hortikultura meliputi brokoli, buncis, seledri, melon, dan anggur.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Sebanyak enam siswa SMK Negeri 4 Garut di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Inkubator Agribisnis BBPP Lembang yang berlangsung hampir tiga bulan, 7 Juli hingga 30 September 2026. 

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan kegiatan PKL oleh siswa SMK Negeri 4 Garut sejalan upaya Kementerian Pertanian RI (Kementan) mendukung regenerasi di sektor pertanian melalui sinergi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan yakni Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) dengan sejumlah stakeholders, khususnya institusi pendidikan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan penguatan kapasitas SDM di sektor pertanian menjadi merupakan kunci utama mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Generasi muda adalah pemegang tongkat estafet pembangunan pertanian. Kita butuh SDM terampil, inovatif dan menguasai teknologi agar pertanian Indonesia semakin maju dan mandiri," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pembelajaran praktik bagi para siswa sekolah menengah kejuruan. 

"PKL menjadi wadah strategis untuk menjembatani teori di sekolah dengan realita dunia kerja. Kami berkomitmen menyediakan sarana pembelajaran terbaik agar melahirkan SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing," katanya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan upaya mencetak SDM pertanian unggul dan adaptif, diupayakan dengan fasilitasi pembelajaran praktik bagi generasi muda, untuk memperkuat penguasaan teknologi budidaya hortikultura dari hulu hingga hilir.

"Kegiatan PKL enam siswa SMK Negeri 4 Garut, memberikan kesempatan pada para siswa untuk terlibat langsung kegiatan budidaya hortikultura," katanya.

Selama berada di BBPP Lembang, kata Ahmad Dedy Syathori, para siswa ditempatkan pada sejumlah area praktik, baik screen maupun lahan terbuka, dengan komoditas yang dipelajari meliputi brokoli, buncis, seledri, melon, dan anggur. 

"Dalam pelaksanaannya, peserta didampingi petugas lapangan untuk mendalami dan membantu memahami kegiatan budidaya di komoditas masing-masing," katanya lagi.

Seminar Hasil PKL

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta melaksanakan Seminar Hasil PKL pada Senin pekan lalu (28/9) yang juga dihadiri oleh siswa lain yang tengah menjalani program serupa. 

Dalam seminar tersebut, Ridwan, salah satu peserta yang bertugas di lahan brokoli, mempresentasikan seluruh rangkaian proses budidaya yang dipelajari.

Mulai dari tahap persiapan lahan, perawatan hingga panen. Seminar berjalan interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antar peserta serta pembahasan oleh masing-masing pendamping lapangan.

Dadan, pembimbing lapangan yang bertindak sebagai pembahas dalam seminar tersebut, apresiasi keaktifan dan dedikasi para siswa. 

Dia berharap informasi dan keterampilan yang digali selama di lapangan dapat menjadi modal berharga bagi karier mereka kelak. 

Testimoni PKL

Rangkaian PKL ditutup dengan pelepasan resmi peserta pada Jumat pekan lalu (2/10) yang dihadiri oleh perwakilan guru pendamping SMKN 4 Garut. 

Wafda Nursahid, perwakilan guru menyampaikan apresiasi atas bimbingan dari BBPP Lembang yang tidak hanya memberikan pengayaan materi teknis pertanian, juga membentuk kedisiplinan dan mentalitas kerja siswa sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja. 

Rafa, siswa PKL yang ditempatkan di screen house melon, mengungkapkan bahwa pengalaman di BBPP Lembang memberikan kesempatan emas untuk menyerap ilmu secara langsung dari para petugas lapangan dan Widyaiswara. 

Ahmad Dedy Syathori berharap melalui kegiatan PKL, BBPP Lembang turut berperan memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pertanian secara lebih dekat. 

"Pengalaman praktik di lapangan diharapkan dapat memperkuat keterampilan sekaligus menumbuhkan ketertarikan generasi muda pada sektor pertanian. [dary/afriski/chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.