Seminar Hasil, Mahasiswa Unwim Bandung Tunaikan PKL 2 Bulan di UPT Kementan
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Mencetak SDM pertanian yang unggul, tidak hanya melalui teori di lingkup pendidikan formal, dituntut pula pengenalan dan sentuhan langsung akan kondisi dan teknologi yang diterapkan di lapangan oleh mahasiswa/i perguruan tinggi melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang ditunaikan dengan ´Seminar Hasil PKL´.
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, sebanyak sembilan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti Bandung (Faperta Unwim) melaksanakan Program PKL selama dua bulan di Inkubator Agribisnis (IA) pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, ditutup dengan ´Seminar Hasil PKL´ pada Rabu (23/9).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pentingnya pembentukan karakter dan kompetensi generasi muda mendukung ketahanan pangan nasional.
“Generasi muda adalah tulang punggung masa depan pertanian Indonesia. Praktik langsung dan adopsi ilmu agribisnis modern, mahasiswa dapat menjadi pelaku usaha tani yang inovatif, mandiri, serta berdaya saing tinggi,” ujar Mentan Amran.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pendidikan vokasi dan praktik lapangan.
"Kami terus mendorong UPT Pelatihan Kementan untuk menjadi wadah inkubasi yang adaptif bagi para mahasiswa, sehingga teori di kampus dapat terintegrasi dengan kebutuhan praktis di lapangan," katanya.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan selama dua bulan PKL, 9 mahasiswa Faperta Unwim Bandung diterjunkan langsung pada unit Screen House dan lahan praktik.
´Metode tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam tahapan budidaya komoditas di Inkubator Agribisnis," katanya.
Dalam kegiatan seminar hasil tersebut, kata Ahmad Dedy Syathori, ke-9 mahasiswa/i presentasi Laporan Kajian Teknis yang mereka lakukan pada unit kerja masing-masing.
Acara seminar dihadiri langsung oleh Widyaiswara BBPP Lembang selaku pembahas dan pembimbing.
Dalam sesi diskusi, para mahasiswa menerima masukan konstruktif serta evaluasi teknis dari Widyaiswara guna menyempurnakan hasil pengamatan mereka.
Pokok Bahasan
Pembahasan mencakup analisis kegiatan budidaya yang mereka ikuti, mulai dari persiapan budidaya hingga panen dan pasca-panen.
Pembahasan mencakup analisis manajemen pemupukan, karakterisasi morfologi hingga inventarisasi serangan OPT pada tanaman anggur (Vitis vinifera L.) yang dipaparkan oleh Devin Pandya Ramadhan, Eci Aldenia Sanjaya dan Hanna Aulia Lathifah.
Pada komoditas hortikultura lainnya, Adrian dan Lutfi Pebriansah presentasi fase persemaian serta evaluasi kombinasi media tanam (kompos, arang sekam, dan cocopeat) pada tanaman brokoli.
Sementara itu, topik analisis pemanenan serta rantai pemasaran tomat beef diulas oleh Dzikra Laila Muthmainah dan Fandy Ardiansyah Said.
Testimoni PKL
Di sektor buah komersial, Dila Siti Cahyani dan Moch Aap Abdul Malik memaparkan strategi pengelolaan pemasaran serta analisis manajemen panen dan pascapanen pada tanaman melon Glamor (Cucumis melo L.) yang dibudidayakan di green house Inkubator Agribisnis.
Dila Siti Cahyani, salah satu peserta, menceritakan pengalamannya selama beraktivitas di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.
Menurut Dila, pembelajaran langsung memberikan banyak keterampilan baru (new skills), baik dari segi teknis budidaya, pengelolaan greenhouse hingga aspek analisis ekonomi dan pemasaran yang sangat melengkapi pemahaman teoritis dari bangku perkuliahan. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
