Mentan Luncurkan `Smart Green House` Sokong Vokasi Pertanian

Millennial Farmers are the Target of Developing Indonesian Agricultural HR

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Mentan Luncurkan `Smart Green House` Sokong Vokasi Pertanian
TEKNOLOGI 4.0: Mentan Syahrul Yasin Limpo menekan tombol peluncuran SGH didampingi Sekjen Kementan, Momon Rusmono [kiri] dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi dan Dirjen PSP Sarwo Edhy [kanan] Foto: BPPSDMP

Bogor, Jabar [B2B] - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Smart Green House (SGH) di Bogor, Jabar, Senin (14/12) untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian pada Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) didukung Teaching Factory (TeFa).

"Untuk mencapai kemampuan teknis dan manajerial di sektor pertanian, metode pembelajaran pendidikan vokasi melakukan pendekatan TeFa. Sistem pembelajaran yang dikembangkan semirip mungkin dengan dunia kerja dan dunia industri atau DuDi," kata Mentan Syahrul.

Salah satu kemajuan teknologi pertanian adalah SGH,  sistem pertanian modern berbasis teknologi 4.0. Teknologinya dapat mengatur dan memantau kelembaban tanah dan suhu udara pada greenhouse serta dapat dipantau melalui smartphone.

Menurutnya, Kementan terus berupaya menghadirkan SDM pertanian terbaik, mendukung prioritas kebijakan pembangunan pertanian berbasis ketahanan pangan, di antaranya meningkatkan kualitas vokasi pertanian melalui Smart Green House di Polbangtan Bogor. 

"Hal ini keharusan, mengingat tuntutan kemajuan pertanian maju, mandiri dan modern perlu didukung SDM yang mampu mengelola usaha pertanian berbasis teknologi," kata Mentan Syahrul.

Pengembangan SGH merupakan kolaborasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) khususnya Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) yang berkomitmen mencetak job seeker dan job creator mandiri, modern dan profesional sehingga mampu bersaing di era industri 4.0. 

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy mengatakan sebagai salah satu upaya peningkatan nilai tambah, untuk optimalisasi produksi pertanian melalui pengembangan sarana dan prasarana pertanian serta penerapan teknologi tepat guna.

"Modernisasi di sektor pertanian menjadi sangat penting dalam percepatan produktivitas dan produksi pertanian. Pertanian saat ini di era industri 4.0, maka penerapan teknologi digital tidak dapat diabaikan dengan hadirnya teknologi smart farming, sekaligus membangun sentra produksi urban farming melalui green house," katanya.

Menurutnya, enam unit SGH berdiri di lahan 7.800 m2. Dimensi tiap SGH 20 x 20 m didukung sistem nutrient film technique (NFT) dengan 9.603 lubang tanam plus sistem deep flow technique (DFT) juga 9.603 lubang tanam dan 450 lubang tanam pada sistem dutch bucket. Dilengkapi exhause fan, evaporating complete system dan panel kontrol untuk sensor suhu dan kelembaban. 

"Fasilitas lain pada proyek percontohan bangunan green house, menyediakan satu unit sumur tanah berikut pompa airnya, jalan akses ke lokasi dan instalasi listrik," kata Sarwo Edhy.

Kementan juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT PLN mendukung tenaga listrik, dengan program electrifying agriculture, hadir mendukung elektrifikasi sektor pertanian dan perikanan.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan melalui SGH diharapkan hadir SDM pertanian yang mendukung penuh ketersediaan kebutuhan pangan 267 juta rakyat. "Pengungkit utama peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM, ditingkatkan kualitasnya antara lain melalui smart green house. Kementan juga berupaya meningkatkan ekspor dan kesejahteraan petani." 

Dia menambahkan pemerintah fokus mengembangkan pendidikan vokasi untuk mendorong lahirnya SDM yang menguasai teori dan mampu menerapkannya di lapangan. 

"Pendidikan vokasi menerapkan 70 persen praktikum dan 30 persen teori, serta sistem link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia industri," kata Dedi. [Cha]

Bogor of West Java [B2B] - Indonesian Agriculture Ministry encourages agricultural training activities support the strategic program of the ministry by developing a self-help agricultural training center in the countryside, and on-the-job training in food production centers, according to senior official.