Inspirasi Gen Z, Siswa MA Bismillah Serang Kenali Pertanian Modern di BBPP Lembang
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) – Pertanian modern terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan inovasi. Tidak lagi identik dengan aktivitas di sawah dan lahan terbuka, pertanian kini mencakup penerapan teknologi budidaya, efisiensi penggunaan sumber daya, pengolahan hasil hingga pengembangan usaha bernilai tambah.
Wajah baru pertanian tersebut dikenalkan oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) bagi 37 siswa kelas XII MA Bismillah di Kabupaten Serang, Provinsi Banten beserta guru pendamping melalui kegiatan ´Observasi Lapangan´ di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan pada para siswa untuk melihat secara langsung berbagai teknologi pertanian sekaligus memahami peluang pengembangan usaha dari hulu hingga hilir.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan pangan nasional.
“Masa depan pertanian Indonesia berada di tangan generasi muda. Dengan adopsi teknologi dan inovasi modern, pertanian menjadi sektor yang menjanjikan, efisien, dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arshanti, mendorong agar generasi muda memperoleh kesempatan lebih luas mengenal dunia pertanian beserta perkembangan teknologinya.
“Kami terus membuka ruang bagi pelajar dan generasi muda untuk mempelajari teknologi pertanian terkini di UPT Kementan. Ini menjadi bagian dari upaya mencetak SDM pertanian yang unggul, inovatif dan mandiri,” katanya.
BBPP Lembang
Rombongan siswa diterima oleh Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori didampingi Ketua Tim Kerja Program dan Kerja Sama, Yanissa Nuraeni Kuswandi pada Senin (21/9). Sementara siswa MA Bismillah didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MA Bismillah, Fajar Chaerani.
Ahmad Dedy Syathori, menyambut baik kegiatan pembelajaran lapangan tersebut. Pengenalan pertanian kepada generasi muda perlu dilakukan dengan pendekatan menarik sesuai dengan perkembangan teknologi.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk mengambil peran di sektor pertanian. Saat ini pertanian telah didukung berbagai inovasi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi sekaligus membuka peluang usaha dari hulu hingga hilir,” katanya.
Selama kunjungan, ungkap Ahmad Dedy Syathori, para siswa didampingi petugas lapangan untuk mengamati sejumlah fasilitas dan percontohan teknologi pertanian di lingkungan BBPP Lembang.
Observasi Lapangan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MA Bismillah, Fajar Chaerani mengatakan, kunjungan ke BBPP Lembang bukan merupakan pengalaman pertama bagi sekolahnya.
Fajar Chaerani mengakui, BBPP Lembang memiliki beragam percontohan pertanian yang dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa, untuk mengenal perkembangan sektor pertanian secara lebih nyata.
“Kami melihat banyak model pertanian yang bisa dipelajari siswa secara langsung. Jadi, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari pembelajaran di kelas, juga dapat melihat penerapannya di lapangan,” katanya.
Observasi dimulai dari Screen House Irigasi Tetes komoditas tomat, tempat siswa melihat penerapan teknologi pengelolaan air dan budidaya tanaman.
Rombongan kemudian mengunjungi Screen House anggur, rumah kompos, Rumah Pangan Lestari (RPL) dan area koleksi tanaman hias.
Antusias Siswa
Antusias siswa terlihat ketika mereka berinteraksi langsung dengan berbagai komoditas dan teknologi yang diperkenalkan. Di area tanaman hias, peserta juga berkesempatan membeli tanaman sukulen sebagai cendera mata.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan teknologi budidaya padi apung. Melalui percontohan tersebut, siswa memperoleh gambaran mengenai alternatif teknologi budidaya, yang dapat dikembangkan untuk menghadapi keterbatasan lahan dan kondisi lingkungan tertentu.
Perwakilan peserta, Sela dan Tiara, mengaku memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
Keduanya menilai koleksi komoditas di BBPP Lembang cukup beragam, sementara penjelasan petugas mudah dipahami.
“Banyak hal baru yang kami lihat, terutama teknologi pertanian yang sebelumnya tidak kami ketahui. Penjelasan dari petugas juga mudah dipahami,” ujar Sela.
Proses Hilirisasi
Setelah mengenal teknologi budidaya, siswa kemudian diajak melihat proses hilirisasi hasil pertanian melalui praktik pengolahan di Laboratorium Pengolahan Hasil BBPP Lembang.
Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih, bersama tim memberikan pendampingan kepada peserta dalam praktik pembuatan es krim jagung manis.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa komoditas pertanian tidak hanya memiliki nilai sebagai bahan pangan segar, juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai tambah ekonomi.
Selain jagung, BBPP Lembang juga mengenalkan sejumlah inovasi pengolahan komoditas lain di antaranya buah naga, ubi ungu, mangga, dan terong.
Berbagai komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai jual, mulai dari es krim dan manisan hingga abon.
Gen Z Belajar Pertanian
Rangkaian kegiatan tersebut memberi pengalaman pada siswa mengenai keterkaitan antara teknologi budidaya, pengolahan hasil dan peluang usaha pertanian.
Pertanian tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan produksi di lahan, tetapi juga sebagai sektor yang memiliki ruang luas untuk inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan.
Melalui kegiatan observasi lapangan ini, BBPP Lembang turut memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pertanian secara lebih dekat.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap sektor pertanian sekaligus membuka wawasan mengenai peluang generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
