Sinergi Kementan - DPR RI bagi Insan Pertanian Bima

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Malang

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Sinergi Kementan - DPR RI bagi Insan Pertanian Bima
POLBANGTAN MALANG: Kegiatan Bimbingan Teknis [Bimtek] bertema `Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian` di hotel Mutmainnah.

Bima, NTB [B2B] - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia [BPPSDMP] menaruh perhatian besar terhadap petani dan penyuluh. Hal ini dikarenakan tengah gencar berkolaborasi dengan lembaga lain, termasuk DPR RI Komisi IV, dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM pertanian

BPPSDMP melalui Politektik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] Malang menggelar beberapa kegiatan Bimtek di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Salah satunya kegiatan `Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian` di hotel Mutmainnah, Kabupaten Bima, Rabu [30/3].

Hal ini senada dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang berpesan agar para pejabat tidak hanya sibuk di dalam kantor, tapi harus turun ke lapangan untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi pertanian sesungguhnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi juga mengatakan penyuluh harus bekerja keras, bekerja lebih baik dan tetap semangat.

“Dengan kerja keras dan kucuran keringat hasilnya tidak tertukar”, ujar Dedi.

Ia berpesan agar penyuluh terus ditingkatkan kapasitasnya melalui berbagai pelatihan dan aktif mengikuti acara-acara yang diselenggarakan BPPSDMP Kementerian Pertanian baik online ataupun offline.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima yang diwakili Arief Rahman mengatakan mengatakan giat bimtek ini diikuti 100 orang peserta. 

“Ada 25 orang Penyuluh dan 75 orang Petani yang kita libatkan” ujar Arief yang menjabat sebagai Sekretaris Kepala Dinas ini. 

Ia berharap bimtek ini mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketampilan petani maupun penyuluh di Bima.

Adapun materi yang difokuskan adalah Pengembangan Bawah Merah dan Peternakan Sapi. Untuk narasumber yang dihadirkan berasal dari Dinas Pertanian dan Perkebunan dan Balai Pelatihan Pertanian.

Sementara, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat [UPPM] Polbangtan Malang, Suhirmanto memaparkan data dan fakta tentang penurunan jumlah petani.

“Saat ini, jumlah petani 33,4 juta dari 270 juta penduduk Indonesia, itupun rerata sudah umur 40 tahun keatas” Ujar Dosen Polbangtan Malang ini.

Menurutnya, jika jumlah tersebut dibagi dengan jumlah ketersediaan lahan yang ada 10,5 juta ha, maka setiap rumah tangga petani hanya memiliki luas lahan 0,4 ha.

“Petani perlu sentuhan pengetahuan, teknologi sehingga mampu meningkatkan produktivitas pada skala lahan tersebut” imbuhnya

Anggota DPR RI dari Komisi IV yang membidangi Pertanian, Muhammad Syafruddin yang akrab dipanggil HMS ini meminta agar ada upaya para petani dan penyuluh pertanian supaya hasil pertanian terus meningkat.

“Tolong edukasi petani, tolong dimudahkan dalam setiap urusan prosedur dan teknis administrasi” tegasnya.

Bima of West Nusa Tenggara [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic, or the Polbangtan so the Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.