Inspeksi Pompanisasi Program PAT di Probolinggo Dukung Program PAT Jatim
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Malang
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Probolinggo, Jatim [B2B] - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan Program Perluasan Areal Tanam [PAT] saat ini menggalakkan salah satunya program pompanisasi.
"Program PAT bertujuan menyediakan air hingga ke lahan sehingga dapat mewujudkan perluasan areal tanam. Kami mendorong sepenuhnya pompanisasi untuk peningkatan produksi dan perluasan areal tanam,” katanya.
Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Idha Widi Arsanti menyebutkan, Program PAT menjadi solusi cepat dalam memitigasi kekeringan akibat El Nino.
"Semoga pompanisasi yang dilaksanakan dapat membantu dalam upaya perluasan area tanam yang nantinya akan meningkatkan produksi padi," kata Kabadan yang akrab disapa Santi.
Tim dari Kementerian Pertanian RI bersama Penyuluh Pertanian Lapangan [PPL] Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo di Provinsi Jawa Timur melakukan inspeksi lapangan untuk mengecek operasional alat pompanisasi yang telah beroperasi dalam Program PAT dan Irigasi Pompanisasi [Irpom] pada Minggu [8/9].
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan kegiatan tersebut terkait dengan Program PAT melalui pompanisasi yang diinisiasi oleh Kementan.
"Tujuannya, memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian dan sumber daya air melalui penggunaan pompa air, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbatasan irigasi alami," katanya.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut bertujuan, untuk memastikan alat bantu yang diberikan dapat berfungsi optimal dan membantu petani dalam menghadapi masalah pengairan lahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Amel dan Eko selaku PPL dan Koordinator Kecamatan Gending, yang berperan penting dalam membantu tim untuk memeriksa alat-alat bantuan.
Hasil inspeksi menunjukkan bahwa beberapa pompa irigasi sudah beroperasi dengan baik, sementara beberapa lainnya masih mengalami kendala teknis, khususnya terkait masalah kelistrikan, yang menyebabkan alat tidak dapat digunakan secara maksimal.
Program PAT Pompanisasi yang dicanangkan oleh Kementan sangatlah penting bagi ketahanan pangan Indonesia. Tujuannya, meningkatkan produktivitas pertanian dengan memperluas lahan tanam dan memaksimalkan penggunaan sumber daya air, terutama di daerah yang kekeringan atau lahan tadah hujan seperti Kecamatan Gending.
Pompanisasi merupakan solusi irigasi yang sangat diandalkan oleh petani di wilayah tersebut. Kendati demikian, masalah kelistrikan yang masih menghambat beberapa unit pompa membuat tim bersama PPL setempat akan segera berkoordinasi untuk menyelesaikan kendala tersebut, sehingga seluruh alat dapat berfungsi dan membantu petani dalam mengairi lahan mereka.
Tim inspeksi menyatakan, upaya tersebut menjadi sangat penting untuk ketahanan pangan, karena pengairan yang baik akan mendukung produktivitas pertanian
"Kami akan terus memastikan alat-alat ini beroperasi agar para petani dapat terbantu dan hasil panen dapat meningkat," kata salah satu anggota tim inspeksi.
Dengan adanya Program PAT dan Irpom, diharapkan petani di Kecamatan Gending dan sekitarnya dapat mengatasi tantangan air irigasi, sehingga produksi pangan tetap stabil dan mendukung ketahanan pangan nasional. [didit/timhumas polbangtanmalang]
Probolinggo of East Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program or the YESS, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
