Kolaborasi Kementan - DPR RI Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh Bima
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Malang
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bima, NTB [B2B] - Pemanfaatan pupuk organik dari limbah ternak sebagai solusi kelangkaan pupuk anorganik [kimia] di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat [NTB] menjadi topik utama kegiatan Bimbingan Teknis [Bimtek] Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Bima hari ini [27/2].
Kegiatan Bimtek tersebut merupakan kolaborasi DPR RI dan Kementerian Pertanian RI yang dibuka oleh Anggota Komisi IV DPR RI, HM Syafrudin mengusung tajuk Bimtek: 'Pemanfaatan Pupuk Organik Limbah Ternak Sebagai Solusi Kelangkaan Pupuk.'
Bimtek digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] di bawah koordinasi Polbangtan Malang. Hadir Koordinator Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan [BAAK] Polbangtan Malang, Ugik Romadi mewakili Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana.
Topik utama pupuk organik sejalan dengan ikhtiar Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada medio Desember 2022 meluncurkan Gerakan Tani Pro Organik [Genta Organik].
Program Genta Organik merupakan upaya BPPSDMP Kementan mendorong petani bersama penyuluh mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik [kimia] dan menerapkan pemupukan berimbang, guna menjaga kesuburan tanah sekaligus menunjang nutrisi bagi tanaman.
Mentan Syahrul tiada henti mengajak penyuluh aktif mengawal dan mendampingi petani, untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian antara lain dengan penggunaan pupuk organik.
"Pasalnya, menjaga tanah dan kesuburannya, menjadi kewajiban bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan pemupukan berimbang.," katanya.
Hal itu, kata Mentan Syahrul, sejalan arahan Presiden RI Joko Widodo, kita harus menjamin ketersediaan pangan seluruh rakyat Indonesia. Artinya, kebutuhan pangan 270 juta rakyat wajib kita kawal dan tidak boleh terganggu sama sekali.
Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BBPSDMP] Dedi Nursyamsi, menekankan perlunya meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian, guna mengoptimalkan kegiatan pembinaan, pengawalan, dan pendampingan kepada petani antara lain sosialisasi pupuk organik melalui pupuk organik.
"Genta Organik mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri. Genta Organik bukan berarti mengharamkan pupuk kimia," kata Dedi Nursyamsi.
Kementan melalui Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] yakni Polbangtan Malang berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI berupaya terus meningkatkan produktivitas pertanian, di antaranya meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Bima, NTB.
Sekitar 100 petani dan penyuluh didampingi Kepala Dinas Pertanian Pemkab Bima, Hj Nurma mengikuti Bimtek antusias menyimak arahan Legislator DPR RI, HM Syafrudin tentang upaya kolaborasi parlemen dan Kementan bagi peningkatan produktivitas pertanian.
"Bimtek ini merupakan upaya dari kami di tingkat Kementan dan DPR RI agar kapasitas petani semakin meningkat dengan diimbangi penyuluh pertanian yang kompeten," kata Syafrudin seraya mengingatkan tentang Program Unit Pengolahan Pupuk Organik [PPO] belum ditangani secara efektif oleh masyarakat.
Menurutnya, konflik kepentingan dalam kelompok, membuat program tersebut kurang efektif padahal semua permasalahan bisa dikomunikasikan untuk mendapat solusi. “Ketersediaan pupuk subsidi memang terbatas namun bukan berarti tidak ada pupuk.”
HM Syafrudin mengharapkan semua kelompok tani dapat terdaftar pada Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian [Simluhtan] sehingga seluruh kelompok tani [Poktan] dapat mengakses bantuan dari pemerintah.
Sementara Ugik Romadi menekankan komitmen Polbangtan Malang untuk konsisten dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan 273 juta penduduk Indonesia.
"Saat ini terjadi krisis regenerasi petani. Jumlah petani milenial berusia 21 hingga 39 tahun hanya delapan persen, maka Bimtek digelar dalam upaya meningkatkan kualitas petani dan penyuluh bagi produktivitas.
Menurut Ugik, beberapa penyuluh berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK] di Kabupaten Bima merupakan mahasiswa aktif di Polbangtan Malang, maka diharapkan Dinas Pertanian Bima mendorong PPPK penyuluh yang belum sarjana/setara sarjana dapat melanjutkan kuliah di Polbangtan Malang melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Kadistan Hj Nurma menyambut baik diselenggarakannya Bimtek seraya mengungkap tentang sejumlah kendala tidak tercapainya target produksi, salah satunya akibat keterbatasan pupuk subsidi. Realisasi produksi padi dan jagung berkisar 75% hingga 85% dari target produksi.
“Saya berharap, Bimtek akan berkontribusi pada peningkatan produktivitas hingga 95 persen," katanya.
Narasumber Nur Afni mengatakan bahwa melimpahnya limbah ternak merupakan peluang meningkatkan pendapatan peternak dengan mengolah limbah menjadi pupuk organik padat maupun cair.
"Ternak sapi mampu menghasilkan feses 14,87 kg per hari, sedangkan urin 5,94 liter. Penerapan integrasi tanaman dan ternak dapat meningkatkan produktivitas, dan mengurangi biaya produksi sehingga akan meningkatkan pendapatan petani,” katanya.
Sementara narasumber Dwi Purnomo mengingatkan bahwa feses, urine, dan sisa pakan ternak apabila tidak dikelola baik akan memicu pencemaran lingkungan. Gas CH4 [metan] dari kotoran ternak merupakan salah satu efek gas rumah kaca dan mempunyai Global Warming Potential [GMP] 21 kali dari gas CO2 sebagai pemicu pemanasan global dan kerusakan ozon.
“Kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk organik, juga dapat diolah menjadi biogas. Kandungan 1 M³ biogas setara 0,46 kg elpiji atau 7,5 kg kayu bakar," katanya. [didit/timhumaspolbangtanmalang]
Bima of West Nusa Tenggara [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program or the YESS, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.
Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.
