Terapkan PM-AAS, Kementan Dukung Pangandaran Jaga Swasembada Pangan

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Terapkan PM-AAS, Kementan Dukung Pangandaran Jaga Swasembada Pangan
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori apresiasi dukungan penyuluh dari Co-Working Space Kabupaten Pangandaran menerapkan drum seeder, sehingga petani tidak perlu khawatir menghitung jarak tanam padi, untuk mendapatkan nutrisi optimal.

 

Pangandaran, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) merangkul daerah dan stakeholders mengimplementasikan metode Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) salah satunya Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (30/9) melalui Gerakan Tanam (Gertam) PM-AAS untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, saat ini, Kementan terus melakukan pengembangan metode tanam PM-AAS yang potensial meningkatkan produktivitas lahan. 

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bahwa PM-AAS merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dengan mengedepankan efisiensi dan produktivitas.

"Penerapannya perlu didukung teknologi dan pendampingan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani," katanya.

Mentan Amran mengatakan, potensi PM-AAS dapat meningkatkan 10-13 ton per hektare. Hasilnya sangat menggembirakan, naik dua kali lipat. 

"Yang dulu rata-rata 5 ton, 5,5 ton, sekarang menjadi 11 ton, 12 ton, ada 13 ton per hektare,” ungkapnya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti tentang pentingnya penguatan peran SDM pertanian mendukung keberhasilan program.

"Petani dan penyuluh perlu memahami teknis PM-AAS, termasuk perencanaan kebutuhan sarana produksi, penerapan teknik tanam, pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan atau OPT," katanya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, guna mendukung hal tersebut, BPPSDMP Kementan menugaskan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan di antaranya BBPP Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jabar untuk sinergi dengan penyuluh dan petani di sejumlah daerah.

“PM-AAS merupakan wujud transformasi pertanian modern yang mengedepankan efisiensi dan produktivitas," katanya.

Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat, kata Ahmad Dedy Syathori, petani dapat memperoleh hasil yang lebih tinggi, penggunaan sarana produksi lebih efisien dan peningkatan pendapatan usaha tani.

“Saat ini, Kementan akan terus melakukan pengembangan PM-AAS yang berpotensi meningkatkan produktivitas lahan,” katanya.

Pemkab Pangandaran

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan mengatakan di wilayah kerjanya, salah satu Demplot PM-AAS berada di Kecamatan Cijulang. Lokasi tersebut dipilih atas antusiasme petani dan penyuluh menjalankannya. 

“Petani di daerah Cijulang antusias ketika kami diseminasikan mengenai PM-AAS,” katanya.

Yadi Gunawan menambahkan, PM-AAS adalah teknologi baru namun terdapat tantangan dalam implementasinya. Hal ini memerlukan kinerja penyuluh untuk menjaga agar lahan tetap produktif.

“Dengan PM-AAS, ada prinsip-prinsip yang harus kita ikuti di antaranya menggunakan Alternate Wetting and Drying (AWD), menggunakan herbisida dan pestisida organik juga penggunaan teknologi tepat guna lainnya," katanya lagi.

Gertam menggunakan alat yang digencarkan pada PM-AAS. Pada kesempatan tersebut, penyuluh dari Co-Working Space Kabupaten Pangandaran telah menerapkan drum seeder untuk digunakan petani. 

"Dengan drum seeder tersebut, petani tidak perlu khawatir menghitung jarak tanam antara tumbuhan padi sehingga mendapat nutrisi optimal," katanya.

Yadi Gunawan berharap PM-AAS di Kabupaten Pangandaran berjalan lancar dan dapat memberikan hasil yang maksimal bagi petani,” kata Yadi. [afriski/chetty/dary/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.