Siswa SMK-PP Kementan Dampingi Petani Penyuluh Kalsel Akselerasi Lahan CSR
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banjar, Kalsel (B2B) - Aksi nyata generasi muda pertanian kembali menggema. Sebanyak 24 siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru turun langsung ke lapangan dalam program percepatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digelar di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Kamis (9/4).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan keterlibatan siswa bukan sekadar simbolis, namun menjadi bukti bahwa generasi muda siap menjadi motor penggerak transformasi sektor pertanian Indonesia.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam mendorong percepatan pembangunan pertanian berbasis inovasi.
“Mahasiswa dan siswa pertanian adalah energi baru. Mereka membawa teknologi, semangat, dan kreativitas yang mampu mempercepat swasembada pangan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa siswa SMK-PP dan mahasiswa Polbangtan dipersiapkan menjadi SDM pertanian adaptif, profesional dan siap menghadapi tantangan global.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan Program CSR merupakan bagian dari gerakan nasional untuk membuka lahan sawah baru demi memperkuat ketahanan pangan.
"Di lokasi kegiatan, lahan seluas 70 hektare yang sebelumnya belum produktif kini mulai disulap menjadi area persawahan baru," katanya.
Angga Tri AP mengatakan program Kementan tersebut melibatkan Brigade Pangan Serumpun Jaya serta dukungan pemerintah daerah.
"Para petani bersama siswa menanam berbagai varietas unggul, mulai dari padi nasional Inpari 32 hingga varietas lokal andalan seperti siam madu, siam rukut, dan rundun yang telah terbukti adaptif di lahan setempat," katanya.
Menurut Angga Tri AP, sebanyak 15 petani akan mengelola lahan ini secara berkelanjutan dan pihaknya selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) berkomitmen mendukung program strategis nasional Kementan bagi ketahanan pangan.
“Kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa kami siap berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan melalui aksi langsung di lapangan,” ungkapnya.
Kolaborasi siswa, petani, penyuluh dan pemerintah, ungkap Angga Tri AP, maka program CSR diharapkan mampu menjadi lompatan besar menuju kemandirian pangan Indonesia yang berkelanjutan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran nyata bagi siswa untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus mengasah keterampilan lapangan. [Tim Humas SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
