Konten Kreatif dan Publikasi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi PKL di UPT Kementan

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Konten Kreatif dan Publikasi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi PKL di UPT Kementan
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan selama masa PKL, kelima mahasiswa IWU Bandung terjun langsung ke lapangan mendukung proses produksi berbagai media publikasi resmi BBPP Lembang, kemudian dipresentasikan dalam kegiatan Seminar Hasil PKL.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Sektor pertanian masa kini kian terbuka dan inklusif bagi berbagai latar belakang keilmuan, tak terkecuali disiplin ilmu komunikasi, Kementerian Pertanian RI (Kementan) membuka peluang Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Pertanian di antaranya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan lima mahasiswa Ilmu Komunikasi dari International Women University (IWU) Bandung melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di BBPP Lembang selama hampir 2,5 bulan, 13 Juli - 25 September 2026. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, transformasi sektor pertanian membutuhkan sinergi dari berbagai disiplin ilmu, khususnya penyebarluasan informasi dan teknologi pertanian kepada publik. 

“Keterbukaan dan ketersediaan informasi serta tata kelola yang transparan di Kementean menjadi penting, guna mengawal kebijakan dari Kementan,” katanya. 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyambut positif keterlibatan mahasiswa baik dari disiplin ilmu pertanian maupun non-pertanian di UPT Kementan. 

“Kami terus membuka ruang kolaborasi lintas disiplin. Keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda membuktikan bahwa ekosistem pertanian membutuhkan SDM kreatif,” kata Idha.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan kelima mahasiswa IWU ditempatkan pada Sub Bagian Kehumasan di bawah koordinasi Tim Kerja Sumber Daya Manusia dan Tata Usaha (SDM dan TU) mengelola informasi publik dan produksi konten kehumasan.

"Selama masa PKL, mahasiswa diajak terjun langsung ke lapangan dalam proses produksi berbagai media publikasi resmi BBPP Lembang kemudian dipresentasikan dalam kegiatan Seminar Hasil," katanya.

Rendi Ihsan, salah satu mahasiswa yang fokus pengelolaan Siaran Pers (Press Release) melakukan tahapan penyusunan, mulai dari peliputan hingga publikasi di media online. 

Sementara Irawan Santri Aji merancang media cetak berupa leaflet edukatif dari setiap komoditas di Inkubator Agribisnis.

Di ranah media digital, Falah Sahrul Ramadhan berperan sebagai content creator yang memproduksi materi liputan kegiatan media sosial balai, yang juga dilengkapi oleh M Fawaz Nur Fadilah dengan produksi konten berbasis storytelling di Instagram @inkubatoragribisnis_ guna memberikan edukasi agribisnis dan memperkenalkan fasilitas inkubator agribisnis secara interaktif. 

Tak ketinggalan, Nazla Putri Nailufar memperkuat aspek komunikasi visual melalui perancangan flyer informasi media sosial hingga pembaruan desain denah lokasi balai.

Testimoni PKL
Fawaz, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pengalaman belajar langsung di BBPP Lembang memberikan banyak wawasan dan keterampilan teknis yang baru.

Terlebih lagi, terkait produksi konten inkubator agribisnis. Hal tersebut mendorongnya untuk menguasai konten informasi pertanian yang akan diproduksi.

Melalui pengalaman langsung yang didapat selama PKL, mereka harapkan menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa melanjutkan sisa masa studi hingga melangkah ke dunia kerja profesional. 

Ahmad Dedy Syathori menambahkan, kegiatan PKL juga menjadi bukti, BBPP Lembang senantiasa membuka pintu bagi mahasiswa dari seluruh bidang untuk tumbuh, berinovasi, dan berkontribusi bersama di sektor pertanian. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.