Agribisnis Kopi kian Menarik, UPT Kementan Latih Generasi Muda

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Agribisnis Kopi kian Menarik, UPT Kementan Latih Generasi Muda
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan fasilitas-fasilitas di BBPP Lembang tersedia untuk pelatihan bagi berbagai kalangan. Dengan luas lahan 9 hektar, berbagai komoditas dibudidayakan sebagai sarana praktik dan berlatih termasuk kopi.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) berupaya melakukan regenerasi petani dengan menarik minat pemuda sebanyak mungkin ke sektor pertanian. 

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, upaya tersebut dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang aktif memberi pelatihan gratis pada peserta PKL.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengingatkan bahwa petani muda adalah masa depan dari bangsa ini kelak.

"Regenerasi petani sangat krusial. Indonesia butuh pemuda bersemangat tinggi, cerdas, dan berkarakter kuat untuk jadi garda terdepan ketahanan pangan nasional," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pelatihan adalah bagian dari upaya pemerintah mendorong regenerasi petani, mengingat jumlah petani yang semakin menua.

Kabalai juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Kementan telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai pendidikan hingga pelatihan untuk mendukung semangat pemuda di sektor pertanian.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda, khususnya anak petani, untuk mengembangkan diri di sektor ini,” tambahnya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan fasilitas-fasilitas di BBPP Lembang tersedia untuk pelatihan bagi berbagai kalangan.

"Dengan luas lahan sebesar 9 hektar, berbagai komoditas dibudidayakan sebagai sarana praktik dan berlatih," katanya.

Ahmad Dedy Syathori menambahkan, sebagai salah satu UPT yang terletak di dataran tinggi, BBPP Lembang membudidayakan tanaman kopi arabika yang menjadi sarana praktik. 

"Bagi para peserta PKL, materi pelatihan agribisnis mencakup budidaya, perawatan, pemanenan, hingga pasca-panen dan pengolahan," katanya.

Potensi Kopi

Widyaiswara BBPP Lembang, Estu Hariyani yang menjadi pemateri menerangkan potensi budidaya tanaman kopi.

“Misal, adik-adik budidaya kopi, dari tiap tahapnya akan terjadi penambahan nilai. Mulai ceri kopi sampai ke green beans sudah terjadi peningkatan nilai berkali lipat,” katanya (30/9).

Peningkatan nilai tersebut, kata Estu Hariyani, akan terus bertambah hingga menjadi secangkir kopi dan menghasilkan untung yang menjanjikan.

Sementara itu, pada materi penyortiran kopi, Widyaiswara Dewi Padmisari, menerangkan tentang sortasi kopi. Sortasi dilakukan untuk mendapatkan kopi terbaik dari hasil panen. Kopi yang tidak sesuai kualitas disisihkan, kemudian yang terbaik dipilih.

“Tujuannya, adik-adik mendapatkan untung maksimal, kualitas biji kopi yang terbaik harus dipilih dan dipilah dari yang kurang baik,” terangnya.

Menutup, Kepala BBPP Lembang Ahmad Dedy Syathori menerangkan bahwa balai pelatihan seperti BBPP Lembang memiliki peran penting dalam pengembangan SDM pertanian.

“Sebagai UPT di bawah BPPSDMP, kita bukan sekadar menyelenggarakan pelatihan. Kita sedang menyiapkan manusia untuk masa depan pertanian Indonesia,” tutupnya. [afriski/chetty/dary/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resource.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.