Cinta sejak Dini, Gen Alpha Belajar Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Mengenalkan pertanian pada anak-anak sejak usia dini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pertanian. Kementerian Pertanian RI (Kementan) mengenalkan praktik Pertanian Modern bagi Gen Alpha di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan upaya tersebut ditempuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan pada ´Kunjungan Edukatif´ 102 siswa/i kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Furqon di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (17/9).
Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa masa depan pertanian Indonesia bergantung pada lahirnya generasi muda, yang bersedia menekuni sektor pertanian sebagai sumber penghidupan dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi.
“Regenerasi petani tidak cukup hanya mengajak anak muda turun ke sawah, tetapi harus dibarengi dengan perubahan cara pandang bahwa pertanian merupakan sektor bisnis modern,” tutur Amran.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan.
Pasalnya, mayoritas petani Indonesia saat ini berusia lanjut, sebagian besar tingkat pendidikannya relatif rendah.
“Saat ini yang kita hadapi adalah isu regenerasi petani. Petani saat ini berusia tua. Sebagian besar pendidikannya rendah. Kita berharap anak-anak muda yang punya pendidikan lebih baik mau menjadi petani milenial,” katanya.
BBPP Lembang
Rombongan Gen Alpa dari MIS Darul Furqon, yang kelak diharapkan menekuni dunia pertanian, diterima oleh Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori didampingi Ketua Tim Kerja (Katimker) Program dan Kerja Sama, Yanissa Nuraeni Kuswandi beserta jajaran BBPP Lembang.
Selanjutnya, 102 siswa/i kelas 3 MIS Darul Furqon beranjak ke Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.
Ahmad Dedy Syathori mengatakan, Widyaiswara didampingi petugas dan mahasiswa yang sedang Praktik Kerja Lapang (PKL) di BBPP Lembang mengenalkan berbagai komoditas hortikultura seperti tanaman hias kaktus dan sukulen, sayuran daun, anggur dan melon dengan budidaya konvensional maupun hidroponik, menerapkan sistem irigasi tetes.
"Gen Alpha juga diajak mengenal teknologi pengolahan hasil pertanian menjadi es krim jagung, jenis cemilan yang sangat digandrungi anak-anak karena sehat dan menyegarkan," katanya.
Kegiatan Praktik
Katimker Program dan Kerja Sama, Yanissa NK mengatakan beberapa perwakilan siswa diajak praktik membuat es krim jagung, mencampurkan bahan-bahan olahan es krim di antaranya jagung manis yang sudah dipipil, telur, susu murni, dan kental manis.
"Selanjutnya memasukkan adonan es krim yang sudah jadi ke dalam kemasan es krim didampingi petugas," katanya.
Mereka juga diajak mengenal pertanian modern melalui alat mesin pertanian (Alsintan) seperti traktor roda 4 dan cultivator di bengkel latih dan berkesempatan menaiki traktor.
Ahmad Dedy Syathori mengatakan, bagi Gen Alpha yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, pengalaman belajar pertanian secara langsung menjadi kesempatan untuk memahami bahwa pangan yang mereka konsumsi setiap hari melalui perjalanan panjang.
"Tidak hadir begitu saja, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan ilmu pengetahuan, teknologi, kerja keras, dan kepedulian terhadap lingkungan," katanya. [chetty/afriski/dary/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
