Konsultasi Agribisnis Keliling, UPT Pelatihan Kementan Ajak Gen Z Cintai Pertanian

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Konsultasi Agribisnis Keliling, UPT Pelatihan Kementan Ajak Gen Z Cintai Pertanian
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori apresiasi antusias siswa/i SMKN 2 Subang mengikuti kegiatan KAK sebagai manifestasi dari keberadaan siswa SMK, bagian dari aset vital masa depan sektor pertanian nasional, yang membutuhkan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan sejak di bangku sekolah.

 

Subang, Jabar (B2B) - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selaku Unit Pelatihan Teknis (UPT) Pelatihan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa mengimplementasikan komitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian bagi kalangan usia muda yakni Gen Z di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan komitmen Kementan bagi Gen Z diimplementasikan pada kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) di SMK Negeri 2 Subang di Kabupaten Subang, Jabar, diikuti puluhan siswa/i kelas XI dan XII jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) pada Rabu (30/9). 

​Upaya BBPP Lembang sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya peran pemuda menjaga ketahanan pangan nasional. 

"Generasi muda adalah kunci utama keberlanjutan sektor pertanian Indonesia. Inovasi, teknologi dan pendampingan yang tepat, kita harus memastikan para pelajar tani siap menjadi wirausahawan mandiri berdaya saing tinggi," katanya.

​Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengapresiasi langkah nyata penyiapan SDM muda di daerah seperti dilakukan BBPP Lembang.. 

"Peningkatan kompetensi SDM pertanian modern harus dimulai dari bangku sekolah. Program edukasi langsung, memberikan dorongan nyata agar siswa tidak hanya memahami teori, juga terampil secara teknis dan berjiwa agribisnis," katanya.
​
BBPP Lembang
Kegiatan KAK di SMK Negeri 2 Subang dibuka oleh Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori yang menyatakan bahwa siswa SMK pertanian merupakan aset vital bagi masa depan sektor pertanian nasional yang membutuhkan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. 

"Program KAK merupakan bentuk pelayanan konsultasi dan edukasi agribisnis secara proaktif dengan terjun langsung ke lapangan, guna mentransfer ilmu teknis serta wawasan kewirausahaan kepada para pelajar," katanya.

Sambutan hangat dikemukakan oleh Plt. Kepala SMKN 2 Subang, Lili Ramdani, yang mengapresiasi kedatangan tim BBPP Lembang dipimpin Kabalai Ahmad Dedy Syathori.

Lili Ramdani berharap kegiatan interaktif bersama para Widyaiswara dapat diselenggarakan secara berkala demi meningkatkan keterampilan para siswa.
​
Selama KAK berlangsung, para siswa/i mendapatkan materi yang dikemas terpadu oleh para Widyaiswara. Cece Mulyana mengawali sesi, dengan memaparkan teknik budidaya hidroponik serta memandu peserta pada praktik instalasi Sistem Irigasi Tetes. 

Berlanjut ke sektor tanaman hias, Ida Farida menyampaikan materi budidaya tanaman hias, yang dilanjutkan dengan praktik perbanyakan sukulen. 

Semangat Kewirausahaan
Bayu Sumantri menutup rangkaian materi dengan mengulas agribisnis nilai tambah cabai, dilengkapi demonstrasi contoh produk olahan untuk memotivasi semangat kewirausahaan para siswa.

​"Para peserta KAK tampak sangat antusias menyerap setiap ilmu yang disajikan, terlebih saat diajak terlibat langsung pada sesi praktik," katanya. 

Salwa, siswi kelas XI, mengaku terkesan karena materi yang disampaikan tergolong rumit, namun menjadi lebih mudah dipahami, karena demonstrasi langsung. 

Apresiasi senada diungkapkan Radit, siswa kelas XII, yang menilai kegiatan KAK memberikan banyak wawasan dan keterampilan praktis baru yang melengkapi pembelajaran teoretis mereka di dalam kelas.

​"Program KAK merupakan wujud nyata komitmen BBPP Lembang memberikan pelayanan publik yang inklusif dan menjangkau masyarakat secara langsung," kata Kabalai Ahmad Dedy Syathori.

Menurutnya, BBPP Lembang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemprov Jabar, Program KAK diproyeksikan akan berlanjut dari sekolah ke sekolah di seluruh wilayah Jabar secara berkelanjutan sepanjang 2026. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

Subang of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.