Swasembada Daging, Mentan Suswono Yakin Tercapai pada 2014
Self-Sufficiency Meat, Agriculture Minister Suswono Sure Reach in 2014
Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Heru S Winarno
Translator : Parulian Manalu
Jember (B2B) - Kementerian Pertanian berjanji akan menekan impor sapi dengan meningkatkan populasi ternak sapi nasional melalui swasembada daging. Saat ini populasi sapi di seluruh Indonesia mencapai 16,6 juta ekor, sementara di Jawa Timur sekitar 5,2 juta ekor terbagi antara sapi jantan 1,6 juta ekor dan sapi betina 3,6 juta ekor.
Janji tersebut dikemukakan Menteri Pertanian Suswono dalam upaya Kementerian Pertanian meningkatkan populasi sapi potong melalui inseminasi buatan, pengembangan pabrik pakan ternak dan pelatihan bagi peternak hingga ke luar negeri.
"Tahun ini impor sapi dikurangi, sekarang tinggal 500 ribu ekor melalui peningkatan populasi sapi di dalam negeri hingga 90 persen, maka impor ternak tersebut dapat ditekan hingga 10 persen," kata Suswono dalam Kontes Sapi dan Inseminasi Buatan di Jember, Jawa Timur, Kamis (9/5).
Suswono menambahkan, swasembada daging yang dimaksud adalah nilai impor daging yang dilakukan Indonesia maksimal hanya 10% dari konsumsi dalam negeri. Untuk itu, pemerintah menetapkan lima program utama yaitu penyediaan sapi bakalan, peningkatan produktivitas dan reproduktivitas ternak sapi lokal, pencegahan pemotongan sapi betina produktif, penyediaan bibit sapi, dan pengaturan stok daging sapi dalam negeri.
Pada 2013 ini Indonesia harus mengimpor 15% dari kebutuhan daging sapi secara nasional atau sekitar 80.000 ton setara dengan daging. Jumlah itu sebanyak 32.000 ton dalam bentuk daging, dalam bentuk sapi bakalan sebanyak 26.700 ekor setara dengan 48.000 ton daging.
Jember (B2B) - The Ministry of Agriculture has promised to push cattle imports, by increasing the national cattle population through self-sufficiency in meat. Currently, the cattle population in Indonesia reached 16.6 million head, while in East Java, about 5.2 million head divided between 1.6 million head of steers and heifers 3.6 million head.
Promise was stated by the Minister of Agriculture Suswono, which seeks to encourage increase the population of beef cattle through artificial insemination, fodder plant development and training for farmers up to abroad.
"This year, beef imports is reduced, now just 500 thousand heads through increased domestic cattle population by 90 percent, then the import of livestock can be reduced by up to 10 percent," said Suswono in the Contest Cattle and Artificial Insemination in Jember, East Java, on Thursday (9/5).
Suswono added, the intention is self-sufficient in beef meat imports up to 10% of domestic consumption. For it, the government established five main programs: the provision of feeder cattle, increased productivity and the reproducibility of local cattle, cuts prevention productive cows, supplying cows, and beef stock settings of domestic.
In 2013, Indonesia has to import 15% of national beef demand or approximately equivalent to 80,000 tons of meat. Approximately 32,000 tonnes in the form of meat, 26,700 feeder cattles or equivalent 48,000 tons of meat.
