Kenal sejak Dini, Siswa SD Kunjungi Agroeduwisata SMKPPN Kementan di Banyuasin Sumsel

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Kenal sejak Dini, Siswa SD Kunjungi Agroeduwisata SMKPPN Kementan di Banyuasin Sumsel
SMKPPN SEMBAWA: Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri, Titin Pransisca mewakili Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso menerima 149 SD IT Nurul Jannah beserta guru pembimbing di aula sekolah, untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan, kemudian para siswa dibagi dalam beberapa kelompok materi pembelajaran.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Mengenalkan dunia pertanian sejak usia dini, menjadi salah satu langkah strategis, untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada sektor pertanian. Hal tersebut tampak dari antusiasme 149 siswa SD IT Nurul Jannah di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti kegiatan Agroeduwisata di SMK PP Negeri Sembawa di Kabupaten Banyuasin, Kamis (8/10).

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi siswa, untuk mengenal dunia pertanian dan peternakan secara langsung melalui pembelajaran di lapangan.

Agroeduwisata SMKPPN Sembawa dikemas dengan konsep belajar sambil praktik. Siswa tidak hanya menerima penjelasan, juga mengamati dan mencoba berbagai aktivitas pertanian sesuai kelompok dan tingkatan masing-masing.

Kegiatan tersebut sejalan dengan perhatian Kementerian Pertanian RI (Kementan) terhadap pentingnya regenerasi sumber daya manusia (SDM) pertanian. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengingatkan, pengenalan sektor pertanian sejak usia sekolah, menjadi salah satu langkah, untuk membangun pengetahuan dan ketertarikan generasi muda terhadap sektor yang menopang ketahanan pangan nasional.

“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen hasil pertanian, juga mampu melihat pertanian sebagai subsektor ekonomi yang memberi peluang, inovasi dan masa depan,” katanya.

Sejalan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan (BPPSDMP)  Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengenalan pertanian kepada generasi muda melalui pendekatan edukatif.

“Agroeduwisata dapat menjadi tempat dan sarana pembelajaran untuk meningkatkan kecintaan generasi muda sejak usia dini terhadap dunia pertanian,” katanya.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menilai pendidikan pertanian sejak dini merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan regenerasi pertanian. 
Generasi muda harus mengenal pertanian sebagai sektor yang strategis, modern, dan terus berkembang. 

"Pengalaman belajar seperti Agroeduwisata dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap pertanian,” katanya.

SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan 149 siswa SD IT Nurul Jannah di Kota Palembang diterima di aula oleh Tim Humas dan OSIS SMK PP Negeri Sembawa sebelum mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. 

"Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai materi pembelajaran," katanya.

Pada sesi peternakan, ungkap Budi Santoso, siswa dikenalkan dengan sapi dan ayam. Mereka belajar tentang kebutuhan ternak, pengembangbiakan, pemberian pakan, kebersihan kandang dan perawatan hewan.

Sementara pada kegiatan tanaman, siswa diajak menjelajahi kebun untuk mengenal berbagai jenis tanaman, bagian-bagiannya dan manfaatnya.

Praktik Budidaya
Bagi peserta yang mengikuti praktik budidaya, kegiatan dilanjutkan dengan menanam cabai dalam polybag. Siswa belajar mengenal media tanam, menanam bibit, melakukan penyiraman hingga pemeliharaan tanaman.

Selain budidaya konvensional, siswa juga dikenalkan dengan hidroponik dan pengelolaan limbah organik. Peserta memperoleh gambaran bahwa pertanian dapat dilakukan dengan berbagai teknologi dan pendekatan yang mendukung pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Peserta juga belajar mengenai pemanfaatan hasil dan limbah pertanian. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan sabun cair berbahan limbah serai wangi.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman, pertanian tidak hanya berkaitan dengan budidaya, juga pengolahan hasil dan pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.

Naik Traktor
Peserta juga diajak mengenal jambu kristal, mulai dari proses pertumbuhan hingga panen. Guna menambah pengalaman belajar yang menarik, sebagian peserta mengikuti kegiatan menggunakan traktor menuju lokasi kebun jambu kristal.

Wakil Kepala Bidang Humas dan Industri, Titin Pransisca, menyampaikan bahwa kegiatan Agroeduwisata merupakan kesempatan bagi siswa untuk mengenal pertanian melalui pengalaman nyata.

“Kami menyambut baik kunjungan siswa SD IT Nurul Jannah Palembang. Melalui Agroeduwisata, anak-anak dapat melihat dan belajar secara langsung mengenai tanaman, peternakan, teknologi budidaya, hingga pengolahan hasil pertanian," katanya.

Titin Pransisca mengharapkan, pengalaman Agroeduwisata dapat menumbuhkan ketertarikan dan kecintaan terhadap pertanian sejak dini.

Motivasi dan Wawasan
Ketua Yayasan SD IT Nurul Jannah Palembang, Siti Fatimah menegaskan bahwa petani merupakan profesi yang sangat penting karena berperan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Melalui kegiatan tersebut, kami ingin memberikan motivasi dan wawasan kepada anak-anak bahwa pertanian modern saat ini sangat dibutuhkan," kata Siti Fatimah.

Seperti di Jepang, ungkapnya lagi, pemanfaatan teknologi pada lahan terbatas mampu menghasilkan produk pertanian yang luar biasa.

“Kami berharap anak-anak dapat menyerap ilmu dari para pembimbing sehingga memahami proses menanam dan pentingnya peran petani,” ungkap Siti Fatimah.

Cinta Pertanian
Titin Pransisca menambahkan, rangkaian kegiatan Agroeduwisata berlangsung hingga menjelang siang. Setelah mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran, peserta kembali berkumpul di aula untuk penutupan sekaligus mengenal berbagai produk hasil kegiatan.

"Produk yang diperkenalkan antara lain basreng, minyak serai wangi, minyak kayu putih, serta aneka bubuk jahe dan kunyit," katanya,

Melalui kegiatan Agroeduwisata, Titin Pransisca berharap,  SMK PP Negeri Sembawa menunjukkan perannya sebagai satuan pendidikan vokasi pertanian yang tidak hanya menyiapkan peserta didik di bidang pertanian, juga sarana edukasi pertanian bagi masyarakat.

"Agroeduwisata diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman dan kecintaan generasi muda terhadap pertanian sejak dini," katanya.

Menurut Titin Pransisca, dengan mengenalkan pertanian melalui pengalaman langsung, Kementan bersama dunia pendidikan turut menyiapkan generasi penerus yang akan menjaga dan memajukan pertanian Indonesia di masa depan. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.