Bupati Takalar Salut atas Capaian KWT Berwawasan CSA `Olah Jamur jadi Cuan`

Indonesia Irrigation Development the Target of Government`s Loan Program

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Bupati Takalar Salut atas Capaian KWT Berwawasan CSA `Olah Jamur jadi Cuan`
PROGRAM SIMURP: Pejabat [Pj] Bupati Takalar, Setiawan Aswad [ke-2 kiri] mendukung dan mendorong resonansi KWT berwawasan CSA di Takalar maupun Provinsi Sulawesi Selatan untuk membangun semangat kewirausahaan wanita tani di pedesaan.

Takalar, Sulsel [B2B] - Pejabat [Pj] Bupati Takalar, Setiawan Aswad menyatakan salut pada Kelompok Wanita Tani [KWT] Rumah Jamur Takalar memanfaatkan serbuk gergaji menjadi media tumbuh jamur. Setiawan Aswad mendorong upaya resonansi teknologi Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] di Takalar maupun Provinsi Sulawesi Selatan.

Apresiasinya ditujukan pada kolaborasi Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] hadir mendukung KWT Rumah Jamur Takalar.

Apresiasi Pj Bupati Setiawan Aswad dikemukakan saat hadiri Bazar Murah pada HUT Kabupaten Takalar ke-64 di Alun-Alun H Makkatang Dg Sibali, Jumat pekan lalu [9/2] ketika menyambangi stand KWT Rumah Jamu Takalar dengan yang menampilkan sejumlah produk olahan jamur tiram putih.

Capaian KWT Rumah Jamu Takalar yang diketuai Nurwahidah Tais sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang mendorong petani memanfaatkan hasil produksi pertanian hingga limbahnya menjadi cuan.

Mentan Amran mengatakan untuk mendukung pertanian maju, mandiri dan modern menuntut hadirnya SDM andal dan mandiri seperti halnya KWT Rumah Jamur Takalar yang inovatif dan mandiri menjadikan jamur sebagai sumber cuan.

"Krisis pangan dunia, bencana alam dan perubahan iklim mengancam kita. Kekuatan alam tidak dapat kita lawan, tapi kita dapat beradaptasi melalui inovasi teknologi," katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa pemberdayaan wanita tani melalui KWT seperti dilakukan SIMURP bertujuan meningkatkan skill dan pengetahuan bagi kesejahteraan keluarga petani.

"Program SIMURP membina dan optimalisasi kelembagaan wanita tani dengan pemberdayaan melalui KWT," katanya.

KWT, kata Dedi Nursyamsi, diharapkan mengembangkan potensi wanita tani menjadi SDM mandiri dan produktif sebagai salah satu tonggak pembangunan pertanian.

Kunjungan Pj Bupati Takalar, Setiawan Aswad ke stand Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga [Disparpora] Takalar karena tertarik pada produk olahan jamur dari KWT Rumah Jamu Takalar berupa jamur segar dan crispy. Tak lupa membeli beberapa bungkus produk olahan jamur.

Ketua KWT Rumah Jamur Takalar, Nurwahida Tais mengaku berkat dukungan Program SIMURP, jumlah kumbung KWT Rumah Jamur Takalar saat ini mencapai 10 unit.

"Kapasitas produksi 2.500 baglog. Hasil panen rata-rata 50 kg jamur per hari sebagai cuan sekaligus sumber nafkah wanita tani Lingkungan Bontorita di Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar," katanya.

Nurwahida mengakui dukungan dan pendampingan Program SIMURP telah memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas, saat ini panen hingga 50 kg perhari.

"Selain itu, berkat pendampingan SIMURP, beberapa anggota KWT telah membangun kumbung untuk memenuhi permintaan bibit maupun produk olahan jamur setiap hari ke Makassar," katanya.

Menurutnya, penjualan bibit jamur menjangkau Makassar dan sejumlah kota/kabupaten di Sulawesi Selatan hingga ke Topoyo di Provinsi Sulawesi Barat dan Poso di Provinsi SulawesiTengah, dengan penjualan jamur mentah setiap hari ke Makassar hingga 15 kg per hari. [hartati/timsimurpsulsel]

Takalar of South Sulawesi [B2B] - The objective of the Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] with Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

SIMURP locations in 13 irrigation areas and two swamp areas namely Banyuasin and Katingan Regencies and 17 districts in eight provinces.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.