Kementan Monev MBKM Polbangtan Medan di Kebun Percobaan IP2TP Gayo

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Medan

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kementan Monev MBKM Polbangtan Medan di Kebun Percobaan IP2TP Gayo
POLBANGTAN MEDAN: Direktur Yuliana Kansrini menghadiri kegiatan Monev mahasiswa Polbangtan Medan di Kebun Percobaan IP2TP Gayo, Bener Meriah, Aceh, dengan meninjau kebun kopi dilanjutkan dialog dengan mahasiswa.

Bener Meriah, NAD [B2B] - Kementerian Pertanian RI rutin melakukan Monitoring dan Evaluasi [Monev] terhadap kegiatan magang mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] seperti magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka [MBKM] Polbangtan Medan di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam [NAD].

Kegiatan Monev pada MBKM Aceh diikuti 11 mahasiswa Polbangtan Medan pada Kebun Percobaan Instalasi Penelitian & Pengkajian Teknologi Pertanian [IP2TP] Gayo dihadiri Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini sementara Monev dilakukan oleh kandidat dosen, Puji Wahyu Mulyani selama tiga hari, 31 Oktober hingga 2 November 2022.

Hasil input Monev merekomendasi mahasiswa agar komunikasi berkala dengan dosen terkait Rencana Pembelajaran Semester [RPS] terhadap Capaian Pembelajaran Mata Kuliah [CPMK] agar menyesuaikan lokasi kegiatan magang MBKM. 

Rekomendasi kedua, mahasiswa menyusun rencana dan membuat laporan kegiatan harian [log book] dan menyerahkan berkala pada dosen pembimbing.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menyatakan harapannya terhadap pendidikan vokasi di bawah naungan Kementan. 

“Melalui pendidikan vokasi, kita harus menghadirkan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian berada di pundak generasi milenial,” katanya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menambahkan guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern perlu dilakukan penyiapan dalam pencetakan SDM pertanian unggulan.

“Implementasi MBKM pada perguruan tinggi lingkup Kementan diharap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mewujudkan soft skills dan hard skills yang menjadi amanah kebijakan MBKM”, kata Dedi Nursyamsi.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini saat meninjau kegiatan Monev di Bener Meriah mengingatkan agar mahasiswanya mencermati capaian pembelajaran mata kuliah Semester V, dengan menyesuaikan pada lokasi MBKM di Kebun Percobaan IP2TP Gayo.

"Selain soal magang dan perkuliahan, mahasiswa agar berhati-hati dalam berkendaraan. Kalau tidak mendesak, tidak perlu keluar, baiknya di kos aja belajar, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya saat dialog dengan ke-11 mahasiswa Polbangtan Medan.

Kandidat dosen Puji Wahyu Mulyani yang melakukan Monev melaporkan kegiatan 11 mahasiswa Polbangtan Medan di Kebun Percobaan IP2TP Gayo antara lain budidaya kopi arabika secara generatif dan vegetatif,  pemeliharaan tanaman dan pemangkasan dan panen biji merah [red cherry] kopi arabika Gayo.

"Mereka juga terlibat sebagai instruktur ketika ada kunjungan lapangan atau field trip dari sekolah-sekolah setempat. Mahasiswa juga menyusun log book harian untuk rekaman aktivitas sehari-hari di lokasi kegiatan," kata Puji WM dalam laporan tertulisnya.

Menurut Puji, mahasiswa didampingi tiga pembimbing eksternal yakni Ishar, Ali Amran dan Sudirman dari Kebun Percobaan IP2TP Gayo.

"Saat kunjungan lapangan bersama tim IP2TP Gayo diketahui, permasalahan saat ini pada budidaya kopi arabika adalah serangan hama penggerek buah dan cuaca yang ekstrim sehingga mengurangi jumlah panen atau produksi kopi," katanya. [ira/timhumaspolbangtanmedan]

Bener Meriah of Aceh [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.