Alumni Polbangtan Medan dan USU Kawal Petani Humbahas Panen Kentang
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Medan
Editor : Kemal A Praghotsa
Translator : Dhelia Gani
Humbahas, Sumut [B2B] - Produksi kentang di Food Estate Humbang Hasundutan [FE Humbahas] diproyeksi menjadi bahan baku industri. Begitu pula halnya bawang merah dan bawang putih digenjot produksinya di Kabupaten Humbang Hasundutan [Humbahas] di Provinsi Sumatera Utara [Sumut] untuk memasok kebutuhan Sumatera bagian utara.
Kementerian Pertanian RI khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] berupaya mengembangkan Korporasi Petani, melalui kegiatan pendampingan dan pengawalan oleh penyuluh maupun alumni Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dan Universitas Sumatera Utara [Sumut].
Upaya tersebut tampak pada kegiatan panen kentang milik Bernardus Banjarnahor yang ditanam 3,5 bulan lalu seluas 0,2 hektar menghasilkan 3,5 ton kentang [solanum tuberosum L] jenis granola.
Tujuan pendampingan dan pengawalan untuk mengubah mindset bertani saat ini bukan lagi sekadar menanam, panen lalu jual, namun harus berfikir dan bersikap layaknya businessman, sehingga petani tetap menguasai hulu ke hilir dari hasil produksi pertaniannya.
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan pengembangan kawasan Food Estate berbasis hortikultura menjadi program super prioritas Kementan.
"Tujuannya, membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern, mendorong sinergitas dengan stakeholders serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi," katanya.
Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan jajarannya siap bekerja maksimal untuk kawasan Food Estate di Sumatera dan Kalimantan dengan mengawal dan mendampingi SDM pertanian mendukung korporasi petani.
“Kita akan memastikan pendampingan terhadap petani di lokasi Food Estate berjalan maksimal. Memaksimalkan kinerja BPPSDMP, untuk memastikan petani Food Estate mendapatkan pendampingan, khususnya dalam hal korporasi petani," katanya.
Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan kegiatan pendampingan oleh alumni mendorong petani melakukan sortasi hasil panen, karena kentang hasil sortasi memiliki harga yang berbeda, mengacu pada ukuran kentang.
Hasil produksi kentang menarik perhatian Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat berkunjung ke Humbahas, karena mampu panen hingga 26 ton per hektar.
Gubernur Sumut pun mengapresiasi kinerja petani Food Estate yang juga mengusahakan pertanaman cabai merah, kubis dan bawang merah, untuk mengoptimalkan lahan pertaniannya. [ira/timhumaspolbangtanmedan]
Humbang Hasundutan [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the SMKPPN, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.
