UPT Kementan gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi ASN BerAKHLAK
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Transformasi birokrasi yang unggul dan melayani berawal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas tinggi serta berpegang teguh pada nilai-nilai dasar profesinya, di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis, internalisasi core values ASN BerAKHLAK menjadi pondasi krusial untuk membangun budaya kerja yang adaptif dan profesional.
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, guna menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar ´Pelatihan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)´ diikuti oleh 26 pegawai di lingkungan BBPP Lembang selama enam hari, 21 - 26 September 2026.
Kegiatan pelatihan sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa integritas dan karakter kuat merupakan fondasi utama bagi seluruh pegawai instansi pemerintah.
"Penting bagi seluruh jajaran untuk senantiasa bekerja dengan integritas, menjauhi segala bentuk pelanggaran, serta menjunjung tinggi profesionalisme demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional," katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan tentang pentingnya penguatan kualitas aparatur secara berkelanjutan.
"Penguatan kapasitas SDM merupakan kunci utama transformasi birokrasi. Setiap ASN Kementan wajib memegang teguh dan mengimplementasikan core values BerAKHLAK melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan pada masyarakat," katanya.
BBPP Lembang
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori yang membawakan materi motivasi berprestasi. Menekankan pentingnya setiap ASN, untuk bekerja penuh integritas dan profesionalisme demi menyokong kinerja instansi.
"Pelatihan difokuskan pada penguatan nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif disingkat BerAKHLAK, sebagai pijakan utama melahirkan aparatur yang melayani dan berdaya saing di era digital," katanya.
Rangkaian materi berlanjut dengan pembekalan Pengenalan Nilai dan Etika pada instansi pemerintah serta pengenalan tugas dan fungsi ASN, yang disampaikan oleh Tim Analis SDM Aparatur Ahli Muda.
Selanjutnya, Tim Widyaiswara BBPP Lembang mengupas tuntas setiap butir Core Values ASN BerAKHLAK serta penerapannya dalam operasional kerja harian.
Smart ASN
Pelatihan juga membekali para peserta dengan pemahaman mendalam terkait Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai Bela Negara, Sikap dan Perilaku Bela Negara, serta Isu Kontemporer.
Tidak ketinggalan, Manajemen ASN dan Smart ASN disampaikan agar peserta mampu menjadi ASN adaptif dan transformatif di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Kegiatan pelatihan disambut positif para peserta. Iwan Kurnia, salah satu peserta mengakui, kegiatan pelatihan memberikan wawasan mendalam serta suntikan motivasi kerja.
"Pelatihan sangat bermanfaat memperkuat nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam budaya kerja sehari-hari, terlebih bagi para ASN baru sebagai pembekalan awal menjalankan tugas," katanya.
Kabalai Ahmad Dedy Syathori meyakini, melalui pelatihan, BBPP Lembang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan melahirkan ASN pertanian yang adaptif, profesional, serta berdedikasi tinggi. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
