Rambutan Binjai, Polbangtan Kementan Dukung Bimtek Aspirasi

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Medan

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Rambutan Binjai, Polbangtan Kementan Dukung Bimtek Aspirasi
POLBANGTAN MEDAN: Hadir sebagai narasumber adalah praktisi pertanian, Samulya Indra yang memaparkan ´Permakultur Pertanian´ dan Herwi Rusli Dainiri mengulas tentang ´Pekarangan Pangan Lestari´ yang diikuti antusias oleh peserta Bimtek.

Binjai, Sumut [B2B] - Petani dan penyuluh Kota Binjai di Provinsi Sumatera Utara diajak mengembangkan tanaman lokal seperti rambutan Binjai, yang disukai hingga ke luar Sumatera. Pengembangannya dengan memanfaatkan lahan pekarangan melalui urban farming, sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan.

Ajakan tersebut mengemuka pada Bimbingan Teknis yang diikuti 100 petani dan penyuluh dari lima kecamatan di Kota Binjai, Minggu [24/4]. Bimtek dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kota Binjai, Syarif Sitepu, dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Djarot Saiful Hidayat dan Anggota DPRD Komisi E Provinsi Sumatera Utara, Meriahta Sitepu serta Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini.

Legislator Senayan, Djarot SH mengurai tentang pemanfaatan lahan pekarangan dalam urban farming, dengan cara Permakultur, pengelolaan pertanian tetap menjaga kelestarian lingkungan.

"Komoditas unggulan Kota Binjai seperti rambutan dapat menjadi tanaman primadona yang disukai masyarakat Indonesia. Sayangnya, di Kota Binjai justru makin sedikit yang menanamnya justru berkembang di Blitar sebagai rambutan yang mahal harganya," kata Djarot SH, yang pernah menjadi kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2017.

Seruan tersebut sejalan dengan upaya Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mendorong tumbuhnya pertanian perkotaan yang mengoptimalkan teknologi dengan memanfaatkan keterbatasan lahan.

"Kita menggerakkan pertanian kota. Di lorong, di kantor, di gang harus bertani. Liha kiri dan kanan kita, lahan yang ada harus kita manfaatkan untuk bertani," katanya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan pertanian menghasilkan oksigen yang sangat penting di perkotaan, bukan hanya menghasilkan buah dan uang.

"Pertanian adalah satu-satunya subsektor ekonomi penghasil oksigen bagi perkotaan. Pertanian selama ini menjadi pendukung utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi, bahkan  berkontribusi pada peningkatan ekspor nasional," katanya.

Hadir sebagai narasumber adalah praktisi pertanian, Samulya Indra yang memaparkan ´Permakultur Pertanian´ dan Herwi Rusli Dainiri mengulas tentang ´Pekarangan Pangan Lestari´ yang diikuti antusias oleh peserta Bimtek.

Dalam sambutannya, M Syarif Sitepu mengatakan bahwa Pemkot Binjai sudah memiliki Peraturan Daerah [Perda] Nomor 2/2018 tentang Pembangunan Daerah Berbasis Daya Saing Melalui Inovasi dan Kompetensi. 

"Dalam konteks pengembangan pertanian, petani didorong mengembangkan benih-benih lokal Kota Binjai," katanya.

Direktur Polbangtan Medan Yuliana Kansrini mengatakan bahwa Kementerian Pertanian RI konsentrasi pada penggunaan bibit unggul dan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan minat generasi muda ke sektor pertanian. 

"Pemanfaatan lahan terbatas, dapat diatasi dengan cara hidroponik yakni budidaya tanpa media tanam tanah," kata Yuliana pada Bimtek yang diinisiasi oleh Komisi IV DPR RI didukung Kementan dan difasilitasi oleh Polbangtan Medan. 

Binjai of North Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan, so the Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.