Kementan Koordinasi Pendampingan Wirausahawan Muda Jatim

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Malang

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kementan Koordinasi Pendampingan Wirausahawan Muda Jatim
POLBANGTAN MALANG: Kegiatan FGD dari YESS Jatim selama dua hari melibatkan sejumlah tim yakni Malang [kiri atas], Pacitan [kanan atas], Tulungagung [kanan bawah] dan Pasuruan [kiri bawah] untuk koordinasi dan negosiasi swakelola.

Batu, Jatim [B2B] - Dalam upaya melancarkan program penumbuhan dan pengembangan wirausahawan muda pertanian, Polbangtan Malang selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) program YESS di Provinsi Jawa Timur ´merapatkan barisan´ melalui koordinasi dan negosiasi swakelola tipe 2 kegiatan tahun 2022 melalui kegiatan focus group discussion [FGD].

Kegiatan FGD dihadiri oleh tim Plt Kepala Dinas Pertanian Kab Tulungaging, unsur pimpinan Polbangtan, tim PPIU serta tim District Implementation Unit (DIT) Kabupaten Malang, Pacitan, Tulungagung dan Pasuruan selama dua hari, 18 - 19 April, di Batu.

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengingatkan bahwa urusan pangan menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh insan pertanian dari pusat hingga daerah, sehingga harus dilaksanakan sungguh sungguh dan terstruktur.

“Konsep ketahanan pangan tidak hanya bicara tentang ketersediaan pangan hari ini, lebih dari itu, tentang bagaimana mencetak generasi yang lebih baik ke depan, dengan kecukupan makanan yang lebih sehat dan bergizi, generasi yang lebih baik karena anak mudanya ikut ambil peran, dan generasi yang lebih baik, karena kesejahteraan masyarakatnya ikut meningkat,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Prof Dedi Nursyamsi mengatakan sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian maju, mandiri, dan modern.

“Petani harus memiliki kemampuan manajerial yang bagus, terutama menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit. Untuk itu segala sesuatunya harus dilakukan dengan cermat,” katanya.

Direktur Setya BU menambahkan bahwa kegiatan tahun sebelumnya menjadi bahan penyempurnaan FGD pada masing-masing tim DIT yang dipandu langsung oleh unsur pimpinan Polbangtan Malang, project manager serta Pejabat Pembuat Komitmen program YESS.

"Detail kegiatan berupa pemahaman yang sama, penandatanganan kontrak kerja yang berisi timeline ketat serta mitigasi berbagai kemungkinan, merupakan awal yang harus disiapkan dengan baik, karena perencanaan yang matang merupakan bagian penting kesuksesan sebuah program," kata Setya BU yang akrab disapa Uud oleh kolega dekatnya.

Menurutnya, target output enam kegiatan tahun 2022 meliputi pelatihan motivasi bisnis, pelatihan manajemen bisnis bagi pemula, pelatihan teknis lanjutan, pelatihan literasi keuangan, pelatihan penyusunan rencana usaha  dan workshop Gender Equalityband Social Inclusion (GESI) yang akan dicapai.

"Semuanya harus dirancang secara matang dan terstruktur sehingga menjamin akuntabilitas pelaksanaan kegiatan dan ketercapaian output serta outcome-nya," kata Uud. [timhumaspolbangtanmalang]

Batu of East Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan, so the Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.