Paradigma 4.0, KostraTani Tinggalkan Pola Lama Kelola Pertanian Nasional

Indonesian Agriculture will be Connected with IT through the KostraTani

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Paradigma 4.0, KostraTani Tinggalkan Pola Lama Kelola Pertanian Nasional
SEMANGAT PENYULUH: Mentan Syahrul Yasin Limpo [SYL] menggelorakan semangat para penyuluh pertanian dari 13 provinsi pilot project KostraTani menyongsong penerapannya di 34 provinsi pada 2020 [Foto: Humas BPPSDMP/Pito]

Jakarta [B2B] - Pemerintah RI menerapkan paradigma 4.0 dalam mengelola pertanian nasional melalui pendekatan teknologi informasi dan komputasi [TIK] seperti Internet of Things [IoT], Artificial Intelligence [AI], pencitraan satelit dan sistem operasi smartphone Android. Infrastruktur utama TIK akan mendukung koordinasi dan sinkronisasi Kementerian Pertanian RI dengan pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan di balai penyuluhan pertanian [BPP] maupun memantau kinerja penyuluh pertanian di seluruh Indonesia melalui Agriculture War Room [AWR] sebagai bagian Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani].

Semangat dan kinerja di era industri 4.0 dikemukakan oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] di Jakarta, Rabu [11/12] pada Temu Nasional KostraTani bertajuk ´Gerakan Pembaharuan Pembangunan Pertanian untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional´ yang dihadiri para kepala dinas pertanian tingkat provinsi, kabupaten dan kota serta 400 koordinator BPP di 100 kabupaten dari 13 provinsi untuk pilot project KostraTani dan sejumlah pejabat eselon satu Kementan.

"KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Cara usang yang tidak cocok lagi digunakan untuk mengelola pertanian. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk menyatukan para petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia dengan Kementan di Jakarta. Kita hapus sekat antara pusat dan daerah. Singkatnya, kami kembalikan penyuluh ke Kementan," kata Mentan SYL yang disambut sorak sorai hampir 1.000 penyuluh dan pejabat dinas pertanian.

Menurutnya, untuk membuktikan komitmen Kementan pada era industrialisasi 4.0 adalah dengan mengembangkan AWR sebagai bagian dari KostraTani, yang memungkinkan Mentan SYL maupun para pejabat Kementan setiap saat dapat berkoordinasi dengan koordinator BPP, kepala desa/lurah hingga bupati, walikota dan gubernur untuk ´bertegur sapa´ tentang pengembangan pertanian.

Tujuan KostraTani adalah akurasi data lahan dan produksi pertanian; pengembangan AWR untuk revitalisasi penyuluh pertanian di BPP; sinergitas penguatan manajemen pembangunan pertanian lintas kementerian, melibatkan perguruan tinggi dan didukung pemerintah daerah; pembiayaan pertanian melalui perbaikan konsep asuransi dan inisiasi bank pertanian, untuk menjamin ketersediaan pangan strategis bagi 267 juta penduduk Indonesia.

"Berbicara tentang pertanian, akan terkait langsung dengan kondisi lapangan, di lahan pertanian, bukan laporan dari kantor dinas pertanian tapi langsung pada locus-nya di kecamatan. Kita bangun AWR untuk komunikasi dan koordinasi dengan BPP. Bisa pantau kegiatan penyuluh dari smartphone Android, karena saya ingin bicara dengan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Komunikasi, koordinasi, membuat perencanaan hingga eksekusi langsung di lapangan melalui AWR di KostraTani," kata Mentan SYL.

Menurutnya, KostraTani akan menjadi center of excellent pembangunan pertanian nasional, sekaligus menjadi pusat pemantauan data pertanian menuju single data; peningkatan produktivitas; menopang peningkatan ekspor komoditas pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor [GratiEks]; Gerakan Tani Masuk Sekolah [TaniMas]; program pengembangan kawasan tanaman pangan korporasi (Propaktani), sapi kerbau komoditas andalan negeri (Sikomandan) dan gerakan peningkatan produksi nilai tambah dan daya saing (Grasida).

Tampak hadir Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi; Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah; Kepala Pusluhtan, Leli Nuryati. Hadir pula sejumlah pejabat eselon tiga dan empat BPPSDMP Kementan di antaranya Kabag Evaluasi dan Pelaporan, Titin Gartini; Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, I Wayan Ediana; Kabid Penyelenggaraan Pendidikan, Ismaya NR Parawansa; Kasubbag Humas BPPSDMP, Djajawarman Alamprabu; Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan, Septalina Pradini; dan Kasubbid Pemberdayaan Kelembagaan Petani, Yoyon Haryanto. [Liene]

Jakarta [B2B] - The Indonesian Agriculture Ministry to disseminate the development of agricultural extension centers at the sub-district level [BPP] into the center of Indonesian agricultural development [KostraTani] across the country, according to senior official of the ministry, according to the Agriculture Minister Syahrul Yasin Limpo.