Ryan Giggs Pemain Hebat, Brilian dan Bermental Baja
Ryan Giggs was Bloody-minded, Brilliant and a True Man of Steel
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
RYAN GIGGS mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin setelah dikonfirmasi sebagai asisten manajer baru Manchester United.
Kolumnis Mail Online, Martin Keown yakin Giggs adalah salah satu pesepakbola terbesar yang pernah bermain Liga Premier Inggris.
Saya berusia 38 tahun ketika saya akhirnya menggantung sepatu saya, jadi saya mengagumi perjalanan panjang karier Ryan Giggs bersama Manchester United Ryan Giggs, di adalah Peter Pan sepakbola.
Sir Stanley Matthew bermain hingga usia 50 tahun, dan Giggs adalah pemain di masa modern yang setara dengannya.
Ketika Anda menjelang akhir karier Anda, Anda perlu berpikir keras untuk melanjutkannya. Ada elemen penting untuk melewatkannya, dan selalu ada generasi baru dari para pemain muda. Anda tidak ingin kehilangan momentum tersebut.
Dengan Giggs, sekarang usia 40 tahun, kita sedang berbicara tentang dua pemain yang berbeda - pemain sayap yang menjadi pelatih.
Dia berada pada posisinya saat ini berada waktu yang tepat. Ini adalah awal dari era Premier League dan Sir Alex Ferguson baru saja pensiun. Ketika Giggs memulainya, ia berupaya mencapai hasil maksimal, dan itu adalah kesempatan.
Giggs kemudian cukup cerdas untuk mengatasi kemampuan di lapangan hijau, karena tanpa kepiawaiannya dia tidak akan mampu untuk memperpanjang karirnya.
Dia menunjukkan kematangan bermain dan cara pandang pada paruh kedua kariernya dan sangat efektif memperhatikan hal-hal detail.
Para pemain selalu berusaha meningkatkan kemampuannya dan posisinya di lapanganmemungkinkan dia untuk menajamkan intuisi bermain. Ia pun didaulat menjadi menjadi raja assists (pengumpan).
Selama laga Arsenal vs Manchester United permainan, saya selalu mendapatinya sebagai pemain hebat. Tidak pernah berteriak atau marah-marah, dia menikmati perannya di lapangan hijau,
Dia selalu memperlakukan dirinya sebagai pemain bermartabat, meskipun ia harus memiliki kemampuan prima untuk dapat bertahan di posisi puncak begitu lama.
Dalam hal pantheon, sulit untuk menempatkan orang di era Premier League di atasnya. Dan dalam hal piala, dia pasti nomor satu.
Saya sebelumnya berpikir dia akan pensiun jauh sebelum Sir Alex, mestinya begitu!
PS
Banyak orang selalu bertanya kepada saya tentang gol yang diciptakan Giggs ketika melawan Arsenal pada Piala FA 1999 di Villa Park.
Apa yang orang tidak pernah perhatikan adalah umpan yang dibuat oleh Dwight Yorke, dan saya harus mengawalnya. Aksi tersebut memberi peluang bagi Giggs untuk memamerkan kemampuan hebatnya.
Itu adalah gol terbaik, tapi saya mestinya dapat menggagalkan gol cantik tersebut.
RYAN GIGGS announced his retirement on Monday after being confirmed as Manchester United´s new assistant manager
Martin Keown believes Giggs is one of the greatest Premier League players ever
I was 38 when I finally hung up my boots, so I marvel at the longevity of Manchester United’s Ryan Giggs, the Peter Pan of football.
Sir Stanley Matthew played till he was 50, and Giggs is the modern-day equivalent.
As you get towards the end of your career, you need sheer bloody-mindedness to carry on. There is an element of not wanting to let go, and there is always a new generation of players coming along. You don’t want to miss out.
With Giggs, now 40, we’re talking about two different players — the flying winger who became a central schemer.
He burst on to the scene at the perfect time. It was the start of the Premier League era and Sir Alex Ferguson was just hitting his stride. When Giggs started off, he used to run at breakneck speed, and it was that sheer pace.
Giggs was then intelligent enough to overcome the loss of a yard of pace, as without a great brain he wouldn’t have been able to extend his career.
He showed a real calmness in the second half of his career and was very effective at keeping things simple.
Players can always get better and operating more centrally allowed him to use his vision to the full. He became king of the assists.
During the mayhem of those Arsenal versus Manchester United games, I always found him a perfect gent. There was never a raised voice or tackle in anger, he just got on with his job.
He has always conducted himself with dignity, although he must have that steeliness to have survived at the top for so long.
In terms of the pantheon, it’s hard to put anyone in the Premier League era above him. And in terms of trophies, he’s certainly No 1.
I certainly thought he’d have retired long before Sir Alex, that’s for sure!
PS
People always ask me about THAT goal Giggs scored against Arsenal in the 1999 FA Cup semi-final replay at Villa Park.
What people never notice is the great decoy run made by Dwight Yorke, which I had to follow. That run gave Giggs the room to weave his magic.
It was a great goal, but I probably should still have stopped it!
