Pertahankan Gareth Bale dengan Segala Cara
Keep Gareth Bale At All Costs
Editor : Hari Utomo
KETIKA saya menjadi manajer di Spurs, saya pernah memberi Gareth Bale libur beberapa hari, karena ia mengalami beban kerja yang berat.
Ketika ia kembali ke tempat latihan, ia menyembulkan kepalanya dari balik pintu kantor saya.
Saya bertanya: "Pergi kemana saja?" Dia menjawab, "Saya pulang untuk melihat keluarga saya di Wales."
Dia sebagai pemain jutawan, saya cukup terkejut. Kebanyakan pemain akan langsung menuju bandara dan berlibur ke vila mereka di suatu tempat yang eksotis. Tapi Gareth pulang ke Wales.
Pembicaraan tentang Barcelona dan Real Madrid mengejarnya terus berlangsung.
Pekan lalu, Luka Modric dari Real Madrid, mantan rekan satu timnya di Spurs, mengatakan ia akan cocok bermain di Spanyol dan diharapkan mau bergabung.
Hanya ada dua klub asing yang menjadi tujuannya - dua raksasa Spanyol. Tapi dia sangat senang di Tottenham dan saya tidak berpikir dia harus terburu-buru untuk hijrah," kata Harry Redknapp melalui artikelnya di The Sun.
Saya tidak akan menukar dia dengan siapa pun di Inggris sekarang. Anda? Itu sudah berlangsung selama 18 bulan terakhir.
Kembali ke malam itu di Inter Milan saat Spurs tertinggal 3-0 dan dia menundukkan Maicon, bek kanan terbaik di dunia pada saat itu. Gareth mencetak hat-trick.
Tak ada mimpi untuk bermain di Italia. Jika ia terbang ke sana, ia akan mendapati ruang keberangkatan penuh dengan pemain yang ingin datang ke sini.
Jerman? No. Spanyol? Dua klub yang fantastis. Inggris? Liga terbaik di dunia.
Gareth memiliki banyak peluang. Dia bisa menggiring bola, berlari dengan kecepatan yang menakjubkan, sundulan kepala dan tendangan yang hebat.
Anda tidak bisa mengatakan kelemahan padanya, karena tidak ada. Tapi jika Anda katakan padanya untuk meningkatkan kemampuan, dia akan menerimanya dengan baik.
Tidak ada 'diva' yang sehebat dirinya. Ketika ada bakat seperti itu di sini, mari jangan buru-buru gila untuk menjualnya ke Spanyol. Nikmati saja.
WHEN I was manager at Spurs, I once gave Gareth Bale a few days off because he had endured a heavy workload.
When he came back to the training ground he popped his head round my office door.
I asked him ‘Been anywhere nice?’ He replied ‘I went home to see my family in Wales’.
In these days of multi-millionaire footballers, I was quite surprised. Most would head straight for the airport and an expensive holiday at their villa somewhere exotic. But Gareth went home to Wales.
There’s constant chatter about Barcelona and Real Madrid chasing him.
Last week, Real Madrid’s Luka Modric, his old Spurs team-mate, said he would fit in nicely in Spain and that he ‘hopes he comes’.
There are only two foreign destinations which would represent a step up for Gareth — the two Spanish giants. But he’s perfectly happy at Tottenham and I don’t think he should be in any rush to leave.
He’s at a big club, he’s loved by the fans and the manager and, most importantly, he’s the best player in the best league in the world.
I wouldn’t swap him for anyone in England right now. Would you? It’s been happening for the past 18 months.
Go back to that night at Inter Milan when Spurs were 3-0 down and he destroyed Maicon, the best right-back in the world at the time. Gareth got a hat-trick.
No one dreams of playing in Italy. If he flew there, he’d find the departures hall full of players wanting to come here.
Germany? No. Spain? Two fantastic clubs. England? The best league in the world.
Gareth has the lot. He can dribble, run with terrifying pace, head the ball and shoot with both feet.
You can’t tell him where his weaknesses are because there aren’t any. But if you tell him areas to improve, he accepts it with good grace.
There is nothing of the diva about him. When there is talent like that over here, let’s not be in a mad rush to send it to Spain. Enjoy it.
