Peretas Serang Twitter, Incar 250 ribu Pengguna

Hackers Target Twitter, Could Affect 250,000 User Accounts

Editor : Heru S Winarno
Translator : Parulian Manalu


Peretas Serang Twitter, Incar 250 ribu Pengguna
Foto: phys.org

San Fransisco (B2B) - Peretas anonim menyerang Twitter pekan ini dan mungkin bisa mengakses kata kunci dan informasi lain milik sekitar 250 ribu pengguna dari total 200 juta pengguna di seluruh dunia, demikian pernyataan mikroblog Twitter.

Dalam penyataan di blog perusahaan, Twitter menyatakan bahwa kata kunci telah dienkripsi dan sudah pasang kembali sebagai "tindakan pencegahan" dalam proses pemberitahuan kepada pengguna yang terdampak.

"Serangan ini bukan kerja amatir, dan kami tidak yakin ini insiden terisolasi," kata direktur informasi Twitter, Bob Lord melalui blog resmi Twitter.

"Penyerang sangat canggih dan kami percaya perusahaan dan organisasi yang lain baru-baru ini juga mendapat serangan serupa," kata Lord.

Namun media sosial yang dikenal dengan pesan 140 karakternya itu tak mengungapkan rincian metode atau asal serangan seperti New York Times dan Wall Street Journal yang belum lama ini mengalami serangan siber skala besar.

Twitter tidak secara spesifik menghubungkan serangan dengan China dalam pernyataan di blog mereka, kontras dengan New York Times dan Wall Street Journal yang menyatakan peretas sistem mereka berasal dari China.

San Fransisco - The social media giant Twitter acknowledged that it has become the latest victim in a number of cyber-attacks against media companies, saying hackers may have gained access to information on 250,000 of its more than 200 million active users.

The company said a blog post on Friday it detected attempts to gain access to its user data earlier in the week. It shut down one attack moments after it was detected.

"Was not the work of amateurs, and we do not believe it was an isolated incident," said Bob Lord, Twitter's director of information security said in the blog.

"The attackers were extremely sophisticated, and we believe other companies and organizations have also been recently similarly attacked," Lord said.

The online attack comes on the heels of recent hacks into the computer systems of U.S. media and technology companies, including The New York Times and The Wall Street Journal.

Both American newspapers reported this week that their computer systems had been infiltrated by China-based hackers, likely to monitor media coverage the Chinese government deems important.