Ubah Sekam Padi jadi Produk Ekonomis, Mahasiswa Polbangtan Sabet Juara Nasional

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Ubah Sekam Padi jadi Produk Ekonomis, Mahasiswa Polbangtan Sabet Juara Nasional
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengakui, inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas melalui uji coba bersama petani, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali mengharumkan nama Kementerian Pertanian RI (Kementan) dengan meraih Juara II pada Lomba Inovasi Produk Pertanian Nasional yang digelar pada Dies Natalis Polbangtan Gowa, pada 23 Juni - 18 Juli 2026.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan prestasi tersebut diraih oleh Ananda Roisul Amin dan Mohamad Chandra Setiawan, mahasiswa Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian melalui inovasi alat pirolisis arang sekam padi dan mesin pencetak briket arang sekam padi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa inovasi menjadi salah satu kunci dalam mempercepat transformasi sektor pertanian.

"Generasi muda pertanian harus menjadi pencipta solusi, bukan sekadar pengguna teknologi. Inovasi yang lahir dari mahasiswa membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan karya yang menjawab kebutuhan petani sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. 

Menurutnya, Kementan akan terus mendorong lahirnya inovator muda untuk memperkuat swasembada pangan dan meningkatkan daya saing pertanian Indonesia.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengapresiasi capaian mahasiswa Polbangtan Bogor yang berhasil mengembangkan teknologi tepat guna berbasis potensi lokal.

"Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi pertanian tidak hanya menguasai teori, juga mampu menghasilkan inovasi aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya. 

Kami berharap setiap karya yang dihasilkan dapat terus dikembangkan hingga memberikan dampak ekonomi bagi petani dan menjadi bagian dari transformasi pertanian modern," ujar Arsanti.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti efektivitas pendidikan vokasi yang menitikberatkan praktik, inovasi dan penyelesaian masalah di lapangan.

"Prestasi tersebut membuktikan bahwa kompetensi mahasiswa Polbangtan relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat," katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengapresiasi dedikasi mahasiswa yang berhasil menciptakan teknologi pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah.

"Teknologi tersebut mampu mengubah limbah sekam padi menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan," katanya.

Kompetisi diawali seleksi administrasi melalui pengiriman video profil inovasi dan presentasi produk. Tim Polbangtan Bogor kemudian berhasil menembus 10 besar nasional dan melaju ke babak presentasi daring di hadapan dewan juri. 

Pada tahap akhir tersebut, tim memaparkan aspek teknis, potensi komersialisasi, manfaat bagi petani, serta peluang penerapan teknologi di lapangan hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara II Nasional.

Yoyon Haryanto mengakui, inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas melalui uji coba bersama petani, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

"Melalui penyempurnaan desain, evaluasi penggunaan di lapangan, dan pelatihan operator, inovasi berpeluang dikembangkan menjadi teknologi siap dikomersialisasikan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan," katanya.

Testimoni Peserta
Salah satu anggota tim, Mohamad Chandra Setiawan, mengaku bangga dapat menutup masa studinya dengan prestasi di tingkat nasional.

"Kami berharap alat pirolisis arang sekam padi dan mesin pencetak briket yang kami kembangkan dapat diuji langsung bersama petani, sehingga terus disempurnakan dari sisi ergonomi, kapasitas produksi dan kemudahan pengoperasian," katanya.

Harapannya, ungkap Yoyon Haryanto, teknologi tersebut dapat diproduksi secara luas dan memberikan nilai tambah bagi limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Prestasi tersebut semakin mempertegas komitmen Polbangtan Bogor mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan berdaya saing," ungkapnya lagi.

Melalui inovasi teknologi tepat guna yang lahir dari mahasiswa, Yoyon Haryanto berharap Polbangtan Bogor terus mendukung transformasi pertanian modern yang produktif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.