World Rabies Day, Polbangtan Kementan Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Hewan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Memperingati World Rabies Day yang jatuh setiap tanggal 28 September, Jurusan Peternakan, Program Studi Kesehatan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar kegiatan ´Bakti Sosial´ melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Sterilisasi Hewan dan Vaksinasi Rabies.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, kegiatan Bakti Sosial berlangsung tiga hari, 28 - 30 September 2026 atas kolaborasi Polbangtan Bogor dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat II serta Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada berbagai kesempatan menekankan bahwa kesehatan hewan merupakan bagian penting mendukung kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan.
Upaya pencegahan penyakit hewan, termasuk penyakit yang dapat menular kepada manusia, perlu dilakukan bersama-sama melalui penguatan edukasi, pelayanan kesehatan hewan, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“Kesehatan hewan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan masyarakat. Pencegahan penyakit harus menjadi perhatian bersama. Kita membutuhkan SDM pertanian yang kompeten dan mampu hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi bagian penting memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi pertanian dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menilai kegiatan Bakti Sosial kesehatan hewan merupakan bentuk nyata implementasi pendidikan vokasi yang berbasis pada link and match dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan bahwa peringatan World Rabies Day menjadi momentum bagi Polbangtan Bogor untuk memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin kegiatan pendidikan di Polbangtan Bogor tidak berhenti di dalam kampus. Mahasiswa harus hadir, belajar, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Pada hari pertama pelaksanaan, tim berhasil melakukan sterilisasi terhadap 13 ekor kucing yang terdiri atas delapan ekor betina dan lima ekor jantan.
Selain sterilisasi, pelayanan vaksinasi rabies juga diberikan kepada sejumlah hewan, antara lain kucing, anjing, berang-berang, dan musang.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen Program Studi Kesehatan Hewan, dokter hewan dari PDHI Jawa Barat II, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), mahasiswa Prodi Kesehatan Hewan dan anggota UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik Polbangtan Bogor.
Sterilisasi Rabies
Yoyon Haryanto mengatakan, kegiatan sterilisasi dan vaksinasi rabies ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa Kesehatan Hewan.
Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan hewan secara bertanggung jawab.
“Menjaga kesehatan hewan bukan hanya tanggung jawab dokter hewan atau pemerintah, tetapi juga pemilik dan seluruh masyarakat," katanya.
Vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, sterilisasi dan pengendalian populasi hewan secara bertanggung jawab merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat.
Sterilisasi menjadi salah satu bagian penting, selain memberikan manfaat kesehatan bagi hewan, juga merupakan salah satu pendekatan membantu mengendalikan populasi hewan secara bertanggung jawab.
Vaksinasi Rabies
Vaksinasi rabies merupakan langkah pencegahan yang penting untuk membangun perlindungan terhadap penyakit rabies, terutama mengingat rabies merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Melalui kegiatan tersebut, kata Yoyon Haryanto, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan hewan, juga memperoleh edukasi mengenai pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab, pentingnya vaksinasi serta langkah-langkah pencegahan penyakit yang berpotensi menular.
Bagi mahasiswa Prodi Kesehatan Hewan, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus kemampuan komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi antara Polbangtan Bogor, PDHI Jawa Barat II, dan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor juga menunjukkan pentingnya sinergi lintas institusi dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai kesehatan hewan.
Yoyon Haryanto menambahkan, kegiatan Bakti Sosial Sterilisasi dan Vaksinasi Rabies berlangsung hingga 30 September 2026. Polbangtan Bogor berharap semakin banyak masyarakat memahami, menjaga kesehatan hewan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Peringatan World Rabies Day 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa pencegahan dimulai dari kepedulian - merawat hewan dengan baik, melakukan vaksinasi secara rutin, mengendalikan populasi secara bertanggung jawab, serta membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kesehatan hewan dan masyarakat. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
