Wisuda 2026, Mentan Dorong Lulusan Polbangtan dan PEPI jadi Penggerak Brigade Pangan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Agriculture Ministry
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Jakarta (B2B) - Lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) didorong dan didukung oleh Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, untuk menjadi bagian dari penggerak Brigade Pangan sehingga dapat berpartisipasi aktif mengembangkan pertanian nasional di seluruh Indonesia.
Hal itu dikemukakan oleh Mentan Amran Sulaiman pada Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta, Kamis (13/8), bagi 1.532 lulusan perguruan tinggi vokasi lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan) yang dihadiri oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widhi Arsanti beserta seluruh direktur Polbangtan.
"Lulusan Polbangtan dan PEPI memiliki bekal yang cukup untuk langsung bekerja, setelah menjalani pendidikan selama sekitar tiga hingga empat tahun dengan pembelajaran yang berkaitan dengan pertanian, peternakan hingga mekanisasi pertanian," katanya.
Menurutnya, pemerintah juga membuka peluang untuk menyalurkan lulusan Polbangtan dan PEPI ke berbagai program strategis pemerintah antara lain
Brigade Pangan yang menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi dan swasembada pangan nasional.
“Penyaluran mereka untuk program pemerintah? Ya, nanti in syaa Allah,” kata Mentan Amran.
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widhi Arsanti menambahkan, para lulusan berasal dari 27 program studi (Prodi) yang tersebar pada enam Polbangtan dan PEPI.
Rinciannya, 311 lulusan berasal dari Polbangtan Yogyakarta-Magelang, 281 lulusan dari Polbangtan Bogor, 268 lulusan dari Polbangtan Gowa, 247 lulusan dari Polbangtan Malang, 185 lulusan dari Polbangtan Medan, 114 lulusan dari Polbangtan Manokwari, serta 126 lulusan dari PEPI.
Kabadan ADM menambahkan, lulusan Polbangtan dan PEPI dipersiapkan sebagai SDM pertanian yang kompeten, profesional, berkarakter, adaptif terhadap teknologi dan digitalisasi, serta memiliki jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan.
“Lulusan yang dikukuhkan diharapkan menjadi kekuatan baru SDM pertanian Indonesia,” katanya.
Awal Perjuangan
Mentan Amran mengapresiasi kiprah alumni Polbangtan dan PEPI yang mampu menembus dunia kerja internasional. Mengacu pada laporan tentang sejumlah alumni, yang telah bekerja pada sejumlah negara yakni Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan Timor-Leste.
“1.532 wisudawan luar biasa. Saya terima laporan sudah ada yang bekerja di tiga negara, termasuk Jepang,” katanya.
Khusus Jepang, sebanyak 50 lulusan telah diterima bekerja di industri. Sebanyak 25 lulusan dari Polbangtan Bogor dan 25 lainnya merupakan lulusan Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa).
Mentan Amran mengingatkan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan para lulusan. Sebaliknya, kelulusan menjadi awal perjuangan untuk membuktikan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan pertanian.
“Anak-anakku sekalian, ini awal dari perjuangan. Setelah wisuda mulai hari ini, ini adalah awal perjuangan dan harus terbaik di segala sektor di mana saja berada nanti,” tegasnya.
Dialog Interaktif
Mentan Amran melakukan dialog interaktif, dengan menanyakan secara langsung para wisudawan mengenai status mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Sebagian mengaku telah bekerja, sebagian lainnya telah memilih jalur kewirausahaan.
Dia mendorong lulusan yang belum bekerja agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Pasalnya, sektor pertanian menyediakan ruang yang luas bagi generasi muda untuk menjadi pengusaha sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pendidikan vokasi pertanian Kementan yang mendorong lulusan menjadi job creator, bukan hanya job seeker.
Para lulusan diarahkan untuk mengambil sejumlah peran strategis, mulai dari pengelola dan pendamping Brigade Pangan, agripreneur, tenaga profesional di dunia usaha dan dunia industri, pendamping petani, tenaga teknis hingga aparatur di bidang pertanian.
Keterlibatan alumni dalam program pertanian pemerintah juga bukan sekadar rencana.
Sejumlah alumni Polbangtan dan PEPI dilibatkan pada pengelolaan Brigade Pangan di sejumlah lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di seluruh Indonesia.
Kehadiran lulusan vokasi di lapangan diharapkan dapat memperkuat pengelolaan usaha pertanian sekaligus membantu petani menerapkan teknologi dan sistem pertanian modern.
Dengan kompetensi yang dimiliki, lulusan juga didorong mengembangkan usaha, meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan.
Jakarta [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan and PEPI to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
