Pensiun Tetap Produktif, 40 Pegawai Kemhan Berlatih Agribisnis Terpadu di BBPKH Cinagara

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Pensiun Tetap Produktif, 40 Pegawai Kemhan Berlatih Agribisnis Terpadu di BBPKH Cinagara
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty membuka ´Pembekalan Keterampilan Kerja Agribisnis Pertanian Terpadu´ Kemhan melalui Biro Kepegawaian Setjen yang diikuti 40 pegawai Kemhan, yang dihadiri Kabag Watpeg Ropeg Setjen Kemhan, Kolonel Adm Johan Arifin.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) melalui Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal (Ropeg Setjen) menyelenggarakan ´Pembekalan Keterampilan Kerja Agribisnis Pertanian Terpadu´ bagi pegawai yang akan memasuki masa purnatugas atau pensiun.

Kegiatan pembekalan yang diikuti 40 peserta, dibuka resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, Senin (21/9), menjadi salah satu upaya memberikan bekal keterampilan dan wawasan kewirausahaan agar peserta dapat tetap produktif serta memiliki peluang mengembangkan usaha setelah memasuki masa purnatugas.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemajuan pertanian sangat bergantung pada kualitas SDM sehingga peningkatan kapasitas perlu dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas.

“Kemajuan pertanian bergantung pada kualitas SDM, karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa penguatan SDM merupakan bagian penting membangun pertanian produktif dan modern. 

Dia juga menyebut pelatihan yang berkualitas dapat memberikan dampak terhadap peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan produktivitas.

BBPKH Cinagara 
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan, dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai agribisnis pertanian terpadu mencakup bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. 

"Materi tidak hanya diarahkan pada kegiatan produksi, juga bagaimana mengembangkan kegiatan menjadi usaha yang memiliki nilai tambah dan dapat dikelola secara mandiri," katanya.

Inneke Kusumawaty menambahkan, pelatihan dirancang agar peserta dapat melihat sektor agribisnis secara lebih luas, termasuk peluang mengembangkan kegiatan pertanian menjadi usaha.

“Pelatihan memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai kegiatan pertanian, juga membuka ruang bagi peserta untuk melihat bagaimana suatu kegiatan pertanian dapat dikembangkan menjadi usaha yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” katanya lagi.

Peluang Agribisnis
Inneke Kusumawaty mengatakan, peserta akan mendapatkan berbagai materi dari para narasumber mengenai agribisnis pertanian, peternakan, maupun perikanan. 

"Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan peserta membaca peluang usaha sesuai potensi yang dimiliki," katanya lagi.

Harapannya, ungkap Inneke Kusumawaty, seluruh peserta dapat membaca peluang dari berbagai materi yang disampaikan para narasumber. 

"Mudah-mudahan peserta mendapatkan inspirasi untuk membuka wirausaha sehingga keterampilan yang diperoleh dapat meningkatkan nilai ekonomi,” katanya.

Penguatan keterampilan dan kewirausahaan tersebut, ungkap Inneke Kusumawaty, sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia pertanian yang didorong Kementan. 

Pensiun Tetap Produktif
Sementara itu, Kabag Watpeg Ropeg Setjen Kemhan, Kolonel Adm Johan Arifin mengatakan pembekalan tersebut menjadi salah satu kegiatan produktif yang diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi para peserta.

“Pembekalan menjadi salah satu ajang kegiatan produktif yang diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kegiatan usaha setelah memasuki masa purnatugas,” katanya.

Kolonel Adm Johan Arifin berharap peserta memanfaatkan pembekalan dengan baik sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat ekonomi.

Bagi BBPKH Cinagara, kata Inneke Kusumawaty, kerja sama dengan Kemhan menjadi bagian dari pemanfaatan pelatihan, untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan keterampilan agribisnis. 

"Pendekatan pertanian terpadu diharapkan dapat memberi gambaran pada peserta, peluang usaha tidak hanya berada pada satu sektor, melainkan dikembangkan melalui keterkaitan pertanian, peternakan dan perikanan," katanya.

Melalui pembekalan, 40 peserta diharapkan memiliki wawasan baru untuk membaca peluang, menentukan bidang usaha yang sesuai, serta mengembangkan kegiatan produktif secara mandiri setelah memasuki masa purnatugas. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.