Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Indonesian Govt Support the Farmers to Increase National Food Production

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko
BPPSDMP KEMENTAN: Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti di BBPP Lembang [tengah] membuka ´Workshop Sistem Pengendalian Internal´ didampingi Sekretaris BPPSDMP, Zuroqi Mubarok [kiri] yang dihadiri sejumlah pejabat terkait.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) menjadi langkah penting untuk menjaga akuntabilitas anggaran, mencegah penyimpangan, dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan independen, pemetaan risiko, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi kunci tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti saat membuka ´Workshop Sistem Pengendalian Internal di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (22/10).

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program Kementan harus dilakukan secara disiplin, transparan, dan akuntabel. 

"Setiap anggaran negara harus tepat sasaran, memberikan manfaat nyata, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengawasan internal harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif," katanya.

Bekerja Independen

Dalam arahannya, Kabadan SDM Kementan, menekankan bahwa SPI harus dijalankan secara independen dan objektif. 

Pelaksana pengendalian internal tidak boleh dipengaruhi kepentingan pimpinan unit kerja, tetapi harus berpegang pada fakta, bukti, dan ketentuan yang berlaku.

“Harus independen, tidak boleh hanya sesuai dengan pesanan kepala UPT. Tapi bekerja secara independen,” tegasnya.

Menurutnya, independensi menjadi fondasi agar pengawasan dapat mengungkap persoalan secara utuh dan menghasilkan perbaikan nyata. 

Setiap temuan perlu ditelaah hingga akar masalahnya diketahui, kemudian ditindaklanjuti sampai tuntas. Pengendalian internal tidak boleh berhenti pada kelengkapan dokumen atau penyelesaian administratif.

Perjalanan Dinas

Idha juga menyoroti kedisiplinan penyusunan laporan pertanggungjawaban, terutama laporan perjalanan dinas. 

Laporan tersebut menjadi bukti pelaksanaan kegiatan sekaligus pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara. Setiap dokumen harus disusun tepat waktu, lengkap, akurat, dan dapat diverifikasi.

Laporan yang terlambat, tidak lengkap, atau tidak sesuai pelaksanaan kegiatan berpotensi menimbulkan persoalan saat pemeriksaan. 

Dia meminta seluruh jajaran menyelesaikan laporan segera setelah perjalanan dinas berakhir, dengan informasi yang benar dan didukung bukti memadai.

Manajemen Risiko

Selain ketertiban administrasi, penguatan SPI perlu didukung manajemen risiko yang konsisten. Setiap unit kerja harus mengidentifikasi dan memetakan potensi risiko berdasarkan kemungkinan dan dampaknya, kemudian menentukan langkah mitigasi yang sesuai. 

Kategori risiko hijau, kuning, dan merah dapat digunakan untuk menentukan prioritas penanganan dan kebutuhan pengawasan.

Pemetaan risiko juga perlu dievaluasi secara berkala, termasuk melalui pemantauan bulanan, agar potensi penyimpangan dapat diketahui sejak dini. 

Dengan demikian, pengendalian internal tidak hanya menemukan kesalahan setelah terjadi, juga mencegah masalah sebelum berdampak lebih besar.

Materi Workshop

Workshop yang berlangsung pada 22 - 24 Oktober 2026 diselenggarakan Sekretariat BPPSDMP secara hibrid untuk meningkatkan kapasitas pelaksana pengendalian internal dan memperkuat koordinasi antarunit kerja di lingkungan BPPSDMP.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris BPPSDMP, Zuroqi Mubarok, serta sejumlah pejabat dan pelaksana pengendalian internal di lingkungan BPPSDMP.

Materi yang dibahas meliputi peningkatan kepatuhan dan ketertiban pertanggungjawaban keuangan, pencegahan korupsi, pengelolaan benturan kepentingan, manajemen risiko organisasi, penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, serta penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Melalui penguatan SPI, BPPSDMP mendorong sistem pengawasan yang mampu memastikan kepatuhan, mengidentifikasi kelemahan pengendalian, dan mencegah terulangnya penyimpangan. 

Independensi pengawasan, ketertiban administrasi, dan mitigasi risiko yang terukur diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran.

Dengan pengendalian internal yang kuat, program dan penggunaan anggaran di lingkungan BPPSDMP diharapkan semakin efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang berorientasi pada hasil dan manfaat bagi masyarakat. [esap/timhumas bppsdmkementan]

 

 

 

 

 

 West Bandung of West Java [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.