Ngobras on the Spot, Kabadan SDM Sosialisasi Juma AI bagi Penyuluh Pertanian

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Ngobras on the Spot, Kabadan SDM Sosialisasi Juma AI bagi Penyuluh Pertanian
BB PUSTAKA: Plt Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty Ngobras on the Spot bersama penyuluh dibuka oleh Kabadan SDM Idha Widi Arsanti, [ke-2 kanan] diikuti antusias oleh 3.500 peserta daring dan 100 peserta luring, bukti meningkatnya kebutuhan penyuluh pada literasi dan AI bagi penyuluhan pertanian.

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Transformasi digital menjadi bagian penting memperkuat penyuluhan pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Guna memperkuat kapasitas dan peran penyuluh, Kementerian Pertanian RI (Kementan) menggelar Ngobrol Asyik (Ngobras) Bersama Penyuluh Pertanian On the Spot, Minggu (30/8).

Plt Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan Ngobras on the Spot berlangsung di Gedung Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) pada Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan Ngobras on the Spot diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) mengusung tema ´Sosialisasi dan Pemanfaatan Aplikasi Juma AI bagi Penyuluh Pertanian´ yang berlangsung hybrid.

Langkah tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa penyuluh merupakan salah satu unsur penting keberhasilan pembangunan pertanian. 

"Penyuluh berperan langsung mendampingi petani sekaligus memastikan berbagai inovasi dan program pemerintah dapat diterapkan secara optimal di lapangan," katanya.

BB Pustaka

Webinar hibryd Ngobras on the Spot dibuka oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti dan dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian (TA Mentan) Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Desrial dan TA Mentan Bidang Food Estate Subsektor Hortikultura, Van Basten Panjaitan.

Tampak hadir Sekretaris Badan (Sesba) BPPSDMP Kementan, Zuroqi Mubarok; Kapusluh, Eko Nugroho Dharmo Putro; Kapusbintan, Indira Fitriani; dan Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty.

Kabadan SDM apresiasi antusiasme dari para penyuluh dan insan pertanian, sekitar 3.500 peserta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, 1.204 peserta daring melalui YouTube sementara 100 peserta hadir secara langsung [offline]

"Ngobras menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence (AI) mendukung tugas-tugas penyuluh pertanian. 

"Dengan Juma AI, penyuluh didorong semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu memanfaatkan data dan informasi sebagai bagian dari proses pendampingan petani di lapangan," kata Kabadan Idha Widi Arsanti, yang akrab disapa Santi.

Agen Perubahan

Kabadan SDM Santi mengingatkan bahwa penyuluh harus menjadi agen perubahan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penguasaan teknologi digital, menjadi bagian penting meningkatkan efektivitas pendampingan petani.

“Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI diharapkan dapat menjadi asisten bagi penyuluh untuk memperluas jangkauan layanan tanpa menambah beban kerja fisik secara berlebihan,” katanya.

Sementara TA Mentan Desrial mengungkapkan bahwa strategi manajemen cerdas yang dikolaborasikan dengan AI dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih akurat karena didukung oleh data nyata dan konkret.

"Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan petani memperoleh informasi lebih detail mengenai kondisi lahan, termasuk apa yang terjadi pada setiap bagian lahan yang dikelola," katanya.

Sedangkan, TA Mentan, Van Basten Panjaitan menyoroti kolaborasi AI dengan Program Food Estate subsektor hortikultura merupakan langkah strategis, untuk mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih produktif, efisien dan berkelanjutan.

Sosialisasi Juma AI

Kabadan SDM Santi mengatakan, melalui sosialisasi Juma AI, penyuluh diharapkan tidak hanya mengenal teknologi kecerdasan buatan, juga memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pekerjaan penyuluhan. 

"Penggunaan data lapangan yang akurat dan diperbarui secara berkala menjadi salah satu kunci, agar teknologi mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi penyuluh maupun pengambil kebijakan," katanya.

Santi menambahkan, penerapan teknologi berbasis AI di sektor pertanian juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan berbagai data pertanian, antara lain pola tanam, produksi, kondisi cuaca, serta hama dan penyakit tanaman. 

"Pemanfaatan data tersebut dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan pertanian secara lebih efektif dan berbasis kondisi nyata di lapangan," katanya lagi.

Antusias Penyuluh

Plt Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty menilai, tingginya partisipasi peserta, baik secara langsung maupun daring, menunjukkan besarnya minat penyuluh dan insan pertanian terhadap pemanfaatan teknologi digital. 

"Kehadiran 3.500 peserta daring dan 100 peserta secara langsung juga memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap literasi dan pemanfaatan teknologi AI dalam penyuluhan pertanian semakin meningkat," katanya.

Inneke Kusumawaty menambahkan, kegiatan Ngobras On the Spot di Gedung P3D menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem penyuluhan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. 

"Kehadiran ruang pembelajaran dan literasi digital di lingkungan perpustakaan turut memperkuat fungsi P3D sebagai tempat bertemunya pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan informasi pertanian," katanya lagi.

Dengan semakin kuatnya kompetensi digital penyuluh, ungkap Inneke Kusumawaty, pemanfaatan AI diharapkan mampu mempercepat arus informasi dari lapangan kepada pengambil kebijakan, sekaligus mempercepat penyampaian sumber pengetahuan dan informasi kepada petani.

"Pada akhirnya, penguatan kapasitas penyuluh melalui pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pertanian modern, meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas pendampingan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," pungkas Inneke Kusumawaty. [shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

 

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.